Makna Lagu All Time Low - Afterglow

Makna Lagu All Time Low Afterglow – Lirik & Terjemahan

Afterglow

All Time Low · Last Young Renegade (2017)
Penutup Album
Lagu Terakhir yang Ditulis
Tema: Pencerahan & Harapan

Afterglow” adalah lagu penutup dari album konsep Last Young Renegade, berfungsi sebagai “sebuah lagu kebangsaan yang riang gembira yang tampaknya menandakan baik sebuah akhir maupun awal baru” untuk karakter pemberontak dalam cerita album ini. Band menggambarkan lagu ini sebagai lagu tentang “menemukan jalan keluar dari masa-masa gelap menjadi lebih kuat dan lebih sadar diri, lebih terwujud sepenuhnya dari sebelumnya, melangkah ke dunia siap untuk menghadapinya lagi, hujan atau cerah”. Lagu ini sengaja ditulis untuk memberikan resolusi yang penuh cahaya setelah perjalanan gelap di sepanjang album.

🎵 Lirik & Terjemahan Per Baris

LIRIK ASLI (ENGLISH) TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA)
Step outside in the midnight rain Melangkah keluar dalam hujan tengah malam
King and queen of the streets again Raja dan ratu jalanan lagi
Got young love running through our veins Cinta muda mengalir dalam nadi kita
And it keeps us numb like novacaine Dan itu membuat kita mati rasa seperti obat bius
Alright, we can go all night Baiklah, kita bisa begadang semalaman
‘Cause we got a whole lot of fight in us Karena kita punya banyak semangat juang dalam diri
And I see a long road that we gotta follow Dan aku melihat jalan panjang yang harus kita ikuti
Before tomorrow catches up Sebelum esok hari mengejar kita
Oh, just take it easy Oh, santai saja
Hold on to this feeling Pegang erat perasaan ini
All our friends are leaving Semua teman kita pergi
And we ain’t got nowhere to go Dan kita tidak punya tempat untuk pergi
Caught up in the afterglow Terjebak dalam cahaya setelahnya (afterglow)
Can’t stay here but you can’t go home Tidak bisa tinggal di sini tapi kamu juga tidak bisa pulang
Did you hear that line somewhere before? Pernahkah kau dengar kalimat itu di suatu tempat?
And you look just fine on your own Dan kau terlihat baik-baik saja sendirian
But we look better in the afterglow Tapi kita terlihat lebih baik dalam cahaya setelahnya
Alright, we can go all night… Baiklah, kita bisa begadang semalaman…
Oh, we just take it easy… Oh, kita santai saja…
Oh, we just take it easy Oh, kita santai saja
Hold on to this feeling Pegang erat perasaan ini
And no, no, we don’t need a reason Dan tidak, kita tidak butuh alasan
‘Cause we ain’t got nowhere to go Karena kita tidak punya tempat untuk pergi
Caught up in the afterglow Terjebak dalam cahaya setelahnya
When the lights go down Ketika lampu-lampu redup
Come find me in the afterglow Datang dan temukan aku dalam cahaya setelahnya
Waiting to be found Menunggu untuk ditemukan
I’ll meet you in the afterglow Aku akan menemuimu dalam cahaya setelahnya
When the lights go down… Ketika lampu-lampu redup…

*Lirik berdasarkan versi resmi Genius. Terjemahan Bahasa Indonesia mengacu pada terjemahan yang tersedia dari KapanLagi, dengan penyesuaian untuk konsistensi.

🧠 Makna & Interpretasi

“‘Afterglow’ adalah sebuah lagu tentang menemukan jalan keluar dari masa-masa gelap menjadi lebih kuat dan lebih sadar diri, lebih terwujud sepenuhnya dari sebelumnya, melangkah ke dunia siap untuk menghadapinya lagi, hujan atau cerah.”

— All Time Low, Pernyataan Resmi di Facebook

Penutup yang Menerangi Perjalanan Album

Sebagai lagu terakhir yang ditulis dan direkam untuk album Last Young Renegade, “Afterglow” berfungsi sebagai resolusi dan pencerahan bagi karakter utama yang telah melalui kegelapan, introspeksi, dan keraguan di lagu-lagu sebelumnya. Jika album ini adalah sebuah perjalanan malam, “Afterglow” adalah cahaya hangat fajar yang muncul setelahnya, memberikan harapan dan kejelasan.

Merayakan Kehadiran, Bukan Tujuan

Inti lagu ini adalah perayaan saat ini. Frasa berulang “kita tidak punya tempat untuk pergi” bukanlah pernyataan putus asa, melainkan pembebasan. Ini tentang menemukan kepenuhan dan keindahan dalam momen “cahaya setelahnya” (afterglow) itu sendiri—perasaan hangat dan puas setelah suatu pengalaman intens—tanpa perlu terburu-buru ke tujuan berikutnya. “Pegang erat perasaan ini” adalah seruan untuk sepenuhnya menghargai pencapaian dan kedamaian ini.

Metafora “Cahaya Setelahnya” (Afterglow)

“Afterglow” bisa dimaknai dalam beberapa lapisan: sebagai kenangan indah dari masa muda yang bergejolak, ketenangan setelah melewati badai emosi, atau bahkan energi dan kebersamaan yang tersisa setelah konser berakhir, saat para penggemar dan band berbagi momen spesial. Outro yang puitis (“Come find me in the afterglow”) adalah undangan untuk tetap terhubung dalam ruang positif dan penuh harapan ini.

✨ Sebuah Pengakuan dari Band

All Time Low mengungkapkan bahwa mereka merasa karakter “Last Young Renegade” belum menemukan resolusi hingga lagu ini ditulis. Mereka sengaja menghentikan proses mastering album untuk menciptakan “Afterglow” sebagai lagu penutup yang terasa “membahagiakan dan merayakan”, untuk mengimbangi nada gelap di bagian lain album dan menunjukkan bahwa “meskipun ada kegelapan, selalu ada jalan untuk melaluinya”.

💡 Informasi Lagu

📅

Posisi Unik

Lagu penutup (track ke-10) dari album Last Young Renegade (2017). Uniknya, ini adalah lagu terakhir yang ditulis dan direkam untuk album ini, setelah proses mastering hampir selesai.

🎬

Video Musik

Band merilis video musik live untuk lagu ini pada 25 April 2018, yang menangkap energi dan koneksi emosional mereka dengan penonton dalam pertunjukan langsung.

🎤

Vokal Outro

Vokal lembut di bagian outro dinyanyikan oleh Alex Gaskarth. Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan bahwa itu memang suaranya, tetapi dengan sedikit perubahan nada.

🎼

Dalam Konteks Album

Sebagai penutup album konsep, lagu ini memberikan penyelesaian optimis pada narasi tentang pencarian jati diri dan melewati masa-masa sulit, menegaskan pesan tentang pertumbuhan dan ketahanan.

🔗 Penutup Sempurna untuk “Last Young Renegade”

“Afterglow” adalah klimaks yang disengaja dari perjalanan emosional album. Untuk merasakan narasi lengkapnya, dengarkan dari awal dengan lagu pembuka “Last Young Renegade“, melalui introspeksi dalam “Dirty Laundry” dan “Nightmares“, menuju cahaya harapan dalam “Ground Control“, dan akhirnya berlabuh pada penerimaan yang tenang dan optimis di “Afterglow“.