Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low – Analisis Lirik Lengkap
Lagu “Are You There?” adalah track dari album kesembilan All Time Low, “Tell Me I’m Alive” (2023). Lagu ini mengeksplorasi tema kesepian, isolasi, dan pencarian koneksi manusia di tengah ketergantungan dan keterasingan.
“Loneliness is a fucked-up thing” – Pengakuan brutal tentang dampak kesepian yang menghancurkan
“Where do you turn when the drugs run out?” – Pencarian pelarian dari kesepian melalui zat atau orang lain
Lagu ini adalah eksplorasi mendalam tentang kesepian modern dan kebutuhan manusia akan koneksi. Narator menggambarkan siklus kesepian yang berulang: merasa terisolasi, mencari pelarian, dan akhirnya kembali pada kesepian yang sama.
Metafora untuk dunia modern yang penuh dengan orang tetapi kosong koneksi yang bermakna. Kesepian terasa lebih pahit ketika kita dikelilingi orang tetapi tetap merasa sendirian.
“Save yourself from the morning sun” – siang hari menghadirkan tuntutan dan penilaian sosial. Malam dan subuh adalah waktu untuk kejujuran emosional.
“Find a brand-new face with a different name” – pencarian terus-menerus akan orang baru untuk mengisi kekosongan, pola hubungan yang dangkal dan sementara.
Waktu liminal antara malam dan pagi, saat kesepian mencapai puncaknya. Waktu untuk introspeksi dan kerentanan.
Kesepian tidak sama dengan kesendirian. Kesepian adalah perasaan subjektif terisolasi secara sosial, bahkan ketika dikelilingi orang. Di era media sosial, paradoksnya adalah kita lebih “terhubung” daripada sebelumnya tetapi juga lebih kesepian. Lagu ini menangkap kontradiksi ini dengan sempurna.
Pertanyaan berulang “Are you there?” bukan hanya ditujukan kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Ini adalah permintaan validasi eksistensial: apakah ada orang yang mendengarkan? Apakah perasaan saya valid? Apakah saya penting bagi seseorang? Dalam dunia yang sibuk, pertanyaan sederhana ini bisa terasa seperti teriakan di tengah badai.
Lagu ini sangat relevan di era media sosial, di mana kita memiliki ratusan “teman” online tetapi mungkin tidak memiliki satu orang pun yang bisa dihubungi jam 3 pagi. “Are you there?” adalah pertanyaan yang ditujukan ke void digital – apakah ada orang nyata di balik layar yang peduli? Dalam dunia di mana koneksi seringkali dangkal dan transaksional, pertanyaan ini menjadi lebih mendesak.
“Are You There?” melanjutkan tema yang dieksplorasi dalam lagu-lagu seperti “Modern Love” dan “Tell Me I’m Alive”, tetapi dengan fokus yang lebih spesifik pada kesepian murni. Jika “Modern Love” mengkritik budaya hubungan yang dangkal, “Are You There?” mengeksplorasi konsekuensi emosional dari budaya tersebut. Jika “Tell Me I’m Alive” tentang pencarian sensasi untuk membuktikan keberadaan, “Are You There?” tentang kebutuhan akan koneksi manusia untuk mengkonfirmasi bahwa kita tidak sendirian.
“Are You There?” adalah lagu tentang kesepian yang melumpuhkan dan pencarian koneksi manusia yang tulus. Ini adalah teriakan minta tolong dalam kegelapan, permintaan validasi bahwa kita tidak sendirian dalam penderitaan kita.
Lagu ini menangkap paradoks kehidupan modern: kita lebih terhubung secara teknologi tetapi lebih terisolasi secara emosional. Narator terjebak dalam siklus kesepian yang menggunakan zat dan hubungan sementara sebagai pelarian, tetapi menyadari bahwa ini hanya solusi sementara.
Pertanyaan berulang “Are you there?” dan “Do you need someone?” memiliki dua lapisan makna: pertama, sebagai permintaan kepada orang lain untuk hadir; kedua, sebagai pengakuan bahwa mungkin orang lain juga merasa sama kesepiannya. Ini adalah undangan untuk empati, pengakuan bahwa kita semua, pada suatu waktu, membutuhkan seseorang.
Pada akhirnya, “Are You There?” adalah lagu tentang keberanian untuk mengakui kesepian kita dan meminta bantuan. Dalam dunia yang menghargai kemandirian dan kekuatan, lagu ini mengingatkan kita bahwa menjadi manusia berarti terkadang membutuhkan orang lain – dan tidak apa-apa untuk mengakuinya. Ini adalah lagu yang jujur, rentan, dan sangat manusiawi tentang salah satu pengalaman paling universal: merasa sendirian di dunia yang penuh dengan orang.