Makna Lagu All Time Low - Basement Noise

Makna Lagu All Time Low Basement Noise – Lirik & Terjemahan






Analisis Lirik: Basement Noise – All Time Low


Basement Noise

All Time Low – Analisis Lirik Lengkap

Dari album “Wake Up, Sunshine” (2020) • Lagu tentang awal mula band

Informasi Lagu

Lagu “Basement Noise” adalah track dari album kedelapan All Time Low, “Wake Up, Sunshine” (2020). Lagu ini adalah refleksi nostalgia tentang awal mula band, bermain musik di basement tanpa ekspektasi, dan perjalanan mereka dari sana hingga menjadi band sukses.

Artis
All Time Low

Album
Wake Up, Sunshine

Tahun
2020

Tema
Nostalgia, Awal Mula

Sejarah All Time Low

All Time Low dibentuk di Baltimore, Maryland pada tahun 2003 ketika para anggota masih remaja. Mereka benar-benar mulai dengan berlatih di basement (ruang bawah tanah), menciptakan “noise” (kebisingan) yang kemudian menjadi musik mereka. Nama band sendiri berasal dari lirik lagu “Head on Collision” oleh New Found Glory.

DULU

“Stupid boys making basement noise” – anak-anak bodoh membuat kebisingan di basement tanpa tujuan besar

SEKARANG

Band internasional dengan album chart-topper, tetap mengenang awal yang sederhana

Makna Utama

Lagu ini adalah perjalanan nostalgia dan penghargaan terhadap akar sederhana band. Ini tentang mengingat masa ketika mereka hanyalah “anak-anak bodoh membuat kebisingan di basement” tanpa mengetahui bahwa itu akan membawa mereka ke mana.

Inti dari lagu: Terkadang hal-hal besar dimulai dari tempat yang paling sederhana dan tidak terduga. “Basement Noise” merayakan ketidaktahuan masa muda – ketika mereka bermain musik hanya untuk bersenang-senang, tanpa tekanan ekspektasi atau ketakutan akan kegagalan.

Tema-Tema Kunci:

  • Nostalgia & Refleksi: Melihat kembali ke masa awal dengan perasaan hangat dan penghargaan.
  • Kesederhanaan Awal: “Just stupid boys making basement noise” – pengakuan bahwa mereka mulai dari titik yang sangat sederhana.
  • Ketidaktahuan yang Berkah: “How were we supposed to know” – mereka tidak tahu ke mana musik akan membawa mereka, dan itu justru membuat prosesnya murni.
  • Persahabatan & Kebersamaan: “It’s all for one, lost in the crowd” – semangat tim dan kebersamaan dalam perjalanan.
  • Pertumbuhan & Perubahan: Dari basement ke panggung dunia, namun tetap membawa semangat yang sama.
  • Keaslian vs. Prediktabilitas: “Wanna ditch the predictability” – keinginan untuk keluar dari rutinitas yang dapat diprediksi.

Simbolisme & Referensi

BASEMENT

Tempat awal yang sederhana, ruang bawah tanah di mana mereka berlatih. Simbol awal yang rendah hati, jauh dari glamor panggung besar.

HOLOCENE

“Found a space and time in the Holocene” – Holocene adalah epoch geologi saat ini. Metafora untuk menemukan tempat dan waktu mereka di era sekarang.

CUT OUR TEETH

Idiom untuk belajar atau mendapatkan pengalaman pertama. “Cut our teeth chasing the weekend” – belajar dengan mengejar akhir pekan, bersenang-senang.

18 ON 83

Kemungkinan referensi ke Route 83 di Maryland (dekat Baltimore, kota asal mereka). “Hit the road, 18 on 83” – memulai perjalanan di usia 18 tahun.

Fakta Menarik: All Time Low benar-benar mulai berlatih di basement rumah orang tua salah satu anggota. Mereka merekam demo pertama mereka dengan peralatan seadanya dan mendistribusikannya sendiri ke teman-teman dan pertunjukan lokal.
Metafora Perjalanan

Seluruh lagu dipenuhi dengan metafora perjalanan: “chasing the weekend”, “capsize and fall in the deep end”, “hit the road”, “where are we supposed to go from here?”. Ini mencerminkan perjalanan fisik (tur) dan metaforis (karir musik) mereka.

Lirik Asli

We used to be all hypothetical
A fever dream, can’t get hysterical
Found a space and time in the Holocene
Make believe, make believe, yeah
Cut our teeth chasing the weekend
Capsize and fall in the deep end
Outta line, don’t mind the pretense now
How were we supposed to know
It all adds up when you let go?
And where are we supposed to go from here?
We’re too far gone to turn back now
It’s all for one, lost in the crowd
And all for nothing if it disappears

They’re just stupid boys making basement noise
In the basement, noise in the basement
Just stupid boys making basement noise
In the basement, yeah, yeah
Just stupid boys making basement noise
In the basement, noise in the basement
Just stupid boys making basement noise
In the basement, yeah, yeah

Telephone the girls from the next street
Wonder if the sounds are connecting
Trying to see the future in what they see in us, see in us now
Wanna ditch the predictability
Hit the road, 18 on 83
Some are lost, some are found, the world is shrinking down
How were we supposed to know
It all adds up when you let go?
And where are we supposed to go from here?
(Where are we supposed to go from here?)
We’re too far gone to turn back now
It’s all for one, lost in the crowd
And all for nothing if it disappears

They’re just stupid boys making basement noise
In the basement, noise in the basement
Just stupid boys making basement noise
In the basement, yeah, yeah
Just stupid boys making basement noise
In the basement, noise in the basement
Just stupid boys making basement noise
In the basement, yeah, yeah

They’re just stupid boys making basement noise
In the basement, noise in the basement
Just stupid boys making basement noise
In the basement, yeah, yeah
Just stupid boys making basement noise
In the basement, noise in the basement
Just stupid boys making basement noise
In the basement, yeah, yeah
Pengulangan chorus yang terus menerus menciptakan efek seperti mantra atau kenangan yang terus berulang dalam pikiran, mencerminkan bagaimana kenangan masa lalu terus hadir meski waktu telah berlalu.

Terjemahan & Analisis

Kami dulu semua hipotetis
Mimpi demam, tidak bisa jadi histeris
Menemukan ruang dan waktu di Holosen
Berpura-pura, berpura-pura, ya
Belajar mengejar akhir pekan
Terbalik dan jatuh di ujung yang dalam
Keluar jalur, tidak peduli kepura-puraan sekarang
Bagaimana kami seharusnya tahu
Semuanya bertambah ketika kau melepaskan?
Dan ke mana kami seharusnya pergi dari sini?
Kami terlalu jauh untuk kembali sekarang
Semua untuk satu, hilang dalam keramaian
Dan semuanya untuk tidak ada jika itu menghilang
Analisis: “Hypothetical” dan “fever dream” menggambarkan ketidakjelasan awal mula. “Holocene” adalah zaman geologi sekarang – mereka menemukan tempat mereka di era ini. “Cut our teeth” adalah idiom untuk mendapatkan pengalaman pertama. “It all adds up when you let go” – kebijaksanaan bahwa terkadang kita harus melepaskan kontrol untuk melihat gambaran besar.

Mereka hanya anak laki-laki bodoh membuat kebisingan basement
Di basement, kebisingan di basement
Hanya anak laki-laki bodoh membuat kebisingan basement
Di basement, ya, ya
Hanya anak laki-laki bodoh membuat kebisingan basement
Di basement, kebisingan di basement
Hanya anak laki-laki bodoh membuat kebisingan basement
Di basement, ya, ya
Analisis: Inti lagu yang sederhana namun powerful. Pengulangan “stupid boys making basement noise” adalah pengakuan rendah hati tentang asal-usul mereka. Ini bukan tentang mengeluh, tetapi merayakan kesederhanaan itu. “Basement” menjadi simbol akar mereka yang dalam.

Menelepon gadis-gadis dari jalan berikutnya
Bertanya-tanya apakah suara-suara itu terhubung
Mencoba melihat masa depan dalam apa yang mereka lihat dalam kami, lihat dalam kami sekarang
Ingin meninggalkan prediktabilitas
Melakukan perjalanan, 18 di 83
Beberapa tersesat, beberapa ditemukan, dunia menyusut
Bagaimana kami seharusnya tahu
Semuanya bertambah ketika kau melepaskan?
Dan ke mana kami seharusnya pergi dari sini?
(Ke mana kami seharusnya pergi dari sini?)
Kami terlalu jauh untuk kembali sekarang
Semua untuk satu, hilang dalam keramaian
Dan semuanya untuk tidak ada jika itu menghilang
Analisis: “Telephone the girls from the next street” – gambaran konkret dari masa remaja mereka. “18 on 83” kemungkinan referensi ke Route 83 di Maryland, jalan dekat Baltimore. “Some are lost, some are found” – perjalanan memiliki pasang surut. “The world is shrinking down” – seiring mereka tumbuh, dunia terasa lebih kecil dan lebih terjangkau.

Pesan Filosofis:

“How were we supposed to know / It all adds up when you let go?” – Ini adalah kebijaksanaan penting dalam lagu ini. Terkadang kita terlalu mencoba mengontrol setiap langkah, padahal keindahan justru muncul ketika kita melepaskan dan membiarkan hal-hal terjadi secara organik. Mereka tidak tahu bahwa “basement noise” mereka akan menjadi karier yang sukses, dan mungkin itulah yang membuat perjalanan mereka begitu otentik.

Konteks Album “Wake Up, Sunshine”: “Basement Noise” muncul di album yang dirilis 17 tahun setelah band terbentuk. Ini adalah momen refleksi sempurna – melihat kembali perjalanan panjang mereka dari basement di Baltimore hingga menjadi band internasional, sambil tetap mempertahankan esensi yang sama.
Kesimpulan Arti:

“Basement Noise” adalah lagu tentang merayakan akar sederhana dan perjalanan tak terduga. Ini adalah ucapan terima kasih pada masa lalu yang naif, pada “kebodohan” remaja yang justru memungkinkan mereka untuk bermimpi besar tanpa takut gagal.

Lagu ini mengingatkan kita bahwa hal-hal besar seringkali dimulai dari tempat yang paling sederhana – dalam hal ini, basement yang berisik di Baltimore. “Stupid boys making basement noise” bukanlah ejekan, tetapi pernyataan kebanggaan. Itu adalah pengakuan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, dan mungkin itulah yang terbaik.

Bagi penggemar lama, ini adalah perjalanan nostalgia. Bagi penggemar baru, ini adalah pelajaran tentang asal-usul band. Dan bagi siapa pun yang memulai sesuatu dari nol, ini adalah pengingat bahwa setiap perjalanan besar dimulai dengan langkah sederhana – atau dalam kasus All Time Low, dengan beberapa “anak bodoh membuat kebisingan di basement”.