Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

“Chemistry” adalah lagu bonus yang menarik dari era album Last Young Renegade. Dideskripsikan sebagai lagu yang berbicara tentang “saat kamu tidak dapat menyangkal perasaanmu untuk seseorang dan sulit untuk sekadar menjadi teman”, lagu ini menangkap momen-momen spesifik dan kenangan musim panas yang mendasari sebuah ketertarikan yang kuat. Tidak seperti lagu-lagu utama album yang lebih atmosferik, “Chemistry” membawa energi yang lebih langsung, menggambarkan pergolakan batin antara keinginan untuk melanjutkan hubungan dan batasan persahabatan .
| LIRIK ASLI (ENGLISH) | TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA) |
|---|---|
|
VERSE 1
|
|
| In the heat of the summer | Dalam teriknya musim panas |
| I remember the ways you looked at me | Aku ingat caramu memandangku |
| Said you wish I was older | Kau bilang berharap aku lebih tua |
| You had a thing for 1983 | Kau menyukai tahun 1983 |
| I was born a believer | Aku lahir sebagai seorang yang percaya |
| I believe in the way you call to me | Aku percaya pada caramu memanggilku |
| Like a dance-hall choir | Seperti paduan suara ballroom dansa |
| Singing out in broken revelry | Bernyanyi dalam pesta pora yang berantakan |
|
PRE-CHORUS
|
|
| Hey! I really wanna see you again, but I’m thinking | Hei! Aku sungguh ingin menemuimu lagi, tapi aku berpikir |
| Hey! It’s hard for me to just be your friend | Hei! Sulit bagiku untuk sekadar menjadi temanmu |
|
CHORUS
|
|
| You do something to me | Kau melakukan sesuatu padaku |
| That I can’t explain away | Yang tak bisa kujelaskan |
| You’re killing me with chemistry | Kau membunuhku dengan chemistry |
| All these words in my head | Semua kata-kata di kepalaku |
| That I probably shouldn’t take | Yang seharusnya tak kupercayai |
| But I say them anyway | Tapi tetap kukatakan |
| You’re killing me with chemistry | Kau membunuhku dengan chemistry |
|
VERSE 2
|
|
| You had love for the mix tape | Kau menyukai kaset rekaman itu |
| With your feet on the dashboard of my car | Dengan kakimu di dasbor mobilku |
| Said you couldn’t remember | Kau bilang tidak ingat |
| The last time you heard your favorite song | Terakhir kali mendengar lagu favoritmu |
| Sang it out for the sinners | Menyanyikannya untuk para pendosa |
| Slowly passing by out on the road | Yang perlahan lewat di jalan |
| With your hand on my hand | Dengan tanganmu di tanganku |
| Said “I know a place that we can go.” | Berkata, “Aku tahu tempat yang bisa kita tuju.” |
|
PRE-CHORUS
|
|
| Hey! I really wanna go there again, but I’m thinking | Hei! Aku sungguh ingin ke sana lagi, tapi aku berpikir |
| Hey! You know we never go there as friends | Hei! Kau tahu kita tak pernah ke sana sebagai teman |
|
CHORUS (ULANG)
|
|
| Honey, you do something to me… | Sayang, kau melakukan sesuatu padaku… |
|
BRIDGE
|
|
| I don’t know why | Aku tak tahu mengapa |
| But you just fit right | Tapi kau begitu cocok |
| I don’t know why | Aku tak tahu mengapa |
| But you just fit right | Tapi kau begitu cocok |
|
CHORUS & OUTRO
|
|
| You do something to me… | Kau melakukan sesuatu padaku… |
| (You’re killing me with chemistry…) | (Kau membunuhku dengan chemistry…) |
*Lirik berdasarkan sumber resmi Genius dan terjemahan Bahasa Indonesia berdasarkan makna kontekstual .
“Chemistry is a Japan exclusive track from the Last Young Renegade album. It speaks about when you can’t deny your feelings for someone and it’s hard to be just friends.”
Inti lagu ini adalah konflik klasik dan universal: bagaimana menghadapi perasaan lebih dari sekadar teman terhadap seseorang. Dua baris pre-chorus yang berulang (“I really wanna see you again, but…” dan “It’s hard for me to just be your friend”) dengan jelas menunjukkan tarik-menarik antara keinginan untuk dekat dan kesadaran bahwa dinamika hubungan telah berubah .
Judul lagu bukan sekadar kiasan. Liriknya menggambarkan “chemistry” sebagai kekuatan yang irasional dan tak terbendung (“You do something to me that I can’t explain away”). Perasaan ini digambarkan seperti magnet yang kuat, di mana si aku lirik mengakui bahwa orang itu “cocok” dengannya meski tidak mengerti alasannya (“I don’t know why, but you just fit right”) .
Berbeda dengan tema gelap dan introspektif beberapa lagu di *Last Young Renegade*, “Chemistry” membangkitkan nostalgia akan momen-momen indah yang spesifik: musim panas, pandangan mata, kaset mixtape di dalam mobil, dan janji untuk pergi ke suatu tempat. Detail-detail sensorik ini menjadi fondasi kenangan yang membuat “chemistry” itu terasa nyata dan sulit dilupakan .
Sebagai lagu bonus eksklusif untuk pasar Jepang, “Chemistry” menawarkan nuansa yang sedikit berbeda dari alur utama album. Praktik merilis lagu bonus untuk wilayah tertentu umum dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi fisik CD di wilayah tersebut. Keberadaan lagu ini menjadikannya “harta karun” yang menarik untuk ditemukan oleh penggemar di luar Jepang .
Merupakan bonus track eksklusif Jepang pada edisi album Last Young Renegade yang dirilis tahun 2017. Tidak termasuk dalam tracklist standar album versi internasional .
Lagu ini memiliki energi pop-punk/rock yang lebih langsung dan catchy dibandingkan beberapa lagu di album yang lebih bergaya synth-pop dan atmosferik. Lagu ini mengingatkan pada suara masa lalu band sambil tetap sesuai dengan produksi era Last Young Renegade.
Meski bukan bagian dari narasi konsep utama album, tema “chemistry” dan ketertarikan yang rumit selaras dengan eksplorasi album tentang hubungan, emosi yang intens, dan masa muda.
Karena statusnya sebagai bonus track, lagu ini lebih sulit ditemukan. Penggemar biasanya mendengarkannya melalui platform streaming di wilayah Jepang, atau melalui upload di platform seperti YouTube dan situs berbagi lagu.
Jika Anda menyukai tema “Chemistry” tentang ketertarikan yang tak terbendung dan hubungan yang rumit, Anda mungkin juga akan menikmati lagu-lagu All Time Low lainnya seperti: “Time Bomb” (tentang hubungan yang dari awal diketahui akan berakhir buruk), “Lost in Stereo” (tentang ketertarikan di sebuah konser), dan “Dark Side of Your Room” (tentang obsesi dan kerinduan) .