Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Single kedua dari album Nothing Personal (2009) / Versi terbaru “ATL’s Version” (2024)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Terjemahan dari KapanLagi.com dan sumber lainnya.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
I’ve fought it for a long time now
Aku sudah berjuang melawan ini cukup lama
While drowning in a river of denial
Sambil tenggelam dalam sungai penyangkalan
I washed up, fixed up, picked up all my broken things
Aku beres-beres, memperbaiki, memungut semua barangku yang hancur
‘Cause you left me; Police-tape, chalk-line
Karena kau meninggalkanku; Pita polisi, garis kapur
Tequila shots in the dark scene of the crime
Minum tequila di tempat gelap yang jadi lokasi kejahatan
Suburban living with a feeling that I’m giving up everything for you
Hidup di pinggiran kota dengan perasaan aku menyerahkan segalanya untukmu
Oh-oh-oh, how was I supposed to know
Oh-oh-oh, bagaimana aku bisa tahu
That you were oh-oh-over me?
Bahwa kau sudah tidak peduli padaku?
I think that I should go (Go)
Aku rasa aku harus pergi (PERGI!)
And something’s telling me to leave but I won’t
Dan sesuatu memberitahuku untuk pergi, tapi aku tidak akan
‘Cause I’m damned if I do ya, damned if I don’t
Karena aku terhimpit jika melakukannya, terhimpit jika tidak
It took a lot to take you home
Butuh banyak usaha untuk membawamu pulang
One stupid call and I end up alone
Satu panggilan bodoh dan aku berakhir sendirian
You’re made up, dressed up, messed up plans I set in stone
Kau dandan, berpakaian rapi, mengacaukan rencana yang sudah aku buat dengan pasti
But you made me do when I don’t, like
Tapi kau memaksaku melakukan hal yang tidak aku suka, seperti
Dancing in the alley with the street-rat night-life
Menari di gang dengan kehidupan malam yang kumuh
Can’t keep living with a feeling that I’m giving up everything for you
Tak bisa terus hidup dengan perasaan menyerahkan segalanya untukmu
Make a fool of myself when you hang around
Menjadi bodoh saat kau ada di sekitarku
When you’re gone, I’m a match that’s burning out
Saat kau pergi, aku seperti korek api yang padam
Could have been, should have done what I said I was going to do (Said that I would do)
Seharusnya bisa, seharusnya melakukan, apa yang aku katakan akan kulakukan (Katakan bahwa aku akan melakukannya)
But I never promised you (But I never promised you, promised you)
Tapi aku tidak pernah menjanjikan itu padamu (Tapi aku tidak pernah menjanjikan itu, menjanjikan itu)
*(Chorus dan Outro diulangi hingga akhir lagu)
Judul lagu ini berasal dari idiom bahasa Inggris “Damned if you do, damned if you don’t“, yang berarti terperangkap dalam situasi di mana semua pilihan yang ada akan membawa pada hasil yang buruk. Lagu ini mengeksplorasi perasaan tersebut dalam konteks hubungan yang intens namun tidak sehat.
Menurut Alex Gaskarth, vokalis All Time Low, inspirasi utama lagu ini jauh lebih sederhana dan berakar pada ketegangan fisik. Dalam sebuah wawancara dengan Alternative Press pada 2009, Gaskarth mengatakan bahwa lagu ini adalah tentang: “Kamu berada di satu ruangan dengan seseorang yang sangat ingin kamu ajak bercinta, tapi kamu tidak bisa (atau seharusnya tidak), tapi kamu sangat ingin melakukannya.”
Penjelasan ini menempatkan lagu pada konteks hasrat yang terpendam dan konflik antara keinginan (untuk melakukan) dan alasan (untuk tidak melakukannya).
Melampaui penjelasan sederhana Gaskarth, lirik lagu mengungkapkan dinamika yang lebih dalam. Lagu ini menceritakan hubungan di mana narator sepenuhnya sadar akan sifat hubungan yang merusak, namun merasa tidak berdaya untuk keluar.
Pada akhirnya, lagu ini bukan sekadar tentang hasrat, tetapi tentang siklus kecanduan dalam suatu hubungan, di mana seseorang terjebak antara pengetahuan bahwa sesuatu itu buruk dan ketidakmampuan untuk berhenti.