Makna Lagu All Time Low - Getaway Green

Makna Lagu All Time Low Getaway Green – Lirik & Terjemahan

Getaway Green

All Time Low · Wake Up, Sunshine (2020)
Single ke-3
Track 3
Tema: Nostalgia & Momen Cerah

Getaway Green” adalah single ketiga yang dipenuhi nuansa nostalgia dan rasa hangat dari album Wake Up, Sunshine. Alex Gaskarth menggambarkan lagu ini sebagai sesuatu yang “super musim panas, menyenangkan, bahagia, dan terasa seperti berkendara dengan jendela terbuka” — sebuah sensasi yang menjadi ciri khas All Time Low. Lagu ini muncul dari sesi penulisan spontan dan pertama kali ditampilkan secara live di festival Slam Dunk pada 2019 sebagai cara band “menguji rasa” reaksi penggemar terhadap arah baru mereka. Metafora utama “getaway green” mewakili kejernihan, harapan, dan pelarian dari rutinitas sehari-hari yang membosankan.

🎵 Lirik & Terjemahan Per Baris

LIRIK ASLI (ENGLISH) TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA)
Sippin’ cherry cola, starin’ at the poster on the wall Menyeruput cola ceri, menatap poster di dinding
What’s the point of going out when you could just give me a call? Apa gunanya keluar kalau kamu bisa langsung menelepon aku?
Sittin’ on your sofa, reminiscing over 23 Duduk di sofamu, mengenang masa usia 23
You touch yourself the way I used to, now that’s just a memory Kamu menyentuh dirimu seperti dulu aku lakukan, sekarang itu hanya kenangan
Weekend wonderful Akhir pekan yang indah
Fade-away youth Masa muda yang memudar
Summer symphony Simfoni musim panas
What could I do? Apa yang bisa aku lakukan?
We were getaway green Kita adalah hijau pelarian
In a world of black and white Di dunia yang hitam dan putih
Getaway green Hijau pelarian
Like the Costa Mesa traffic lights Seperti lampu lalu lintas di Costa Mesa
Keep on, keep on, keep on Teruslah, teruslah, teruslah
Tellin’ me I’m what you need Bilang padaku akulah yang kamu butuhkan
Like getaway green, getaway green Seperti hijau pelarian, hijau pelarian
I know I’m not supposed to color in the lines when it comes to you Aku tahu aku seharusnya tidak mewarnai di dalam garis saat berhubungan denganmu
Undefined and out of mind ‘til you get lost and lonely too Tak terdefinisi dan terlupakan sampai kamu juga merasa tersesat dan kesepian
I guess I get the message, we don’t have to stress this anymore Sepertinya aku mengerti pesannya, kita tidak perlu stres tentang ini lagi
If it happens, then it happens, happy to have you at all Kalau itu terjadi, ya sudah terjadi, senang bisa memilikimu sama sekali
Weekend wonderful… What could I do? Akhir pekan yang indah… Apa yang bisa aku lakukan?
We were getaway green… Like getaway green, getaway green Kita adalah hijau pelarian… Seperti hijau pelarian, hijau pelarian
Do you wanna know how the story ends? Mau tahu bagaimana cerita ini berakhir?
Hazy and spun out, just more than friends Kabur dan bingung, lebih dari sekadar teman
Weekend wonderful, a dizzy dream Akhir pekan yang indah, mimpi yang pusing
A colorful lie, we made a hell of a team Sebuah kebohongan berwarna, kita adalah tim yang hebat
We were getaway green… Like getaway green, getaway green Kita adalah hijau pelarian… Seperti hijau pelarian, hijau pelarian
Getaway green Hijau pelarian
Getaway (Getaway) green Pelarian (pelarian) hijau

*Lirik asli dari Genius (sumber resmi). Terjemahan Bahasa Indonesia dirujuk dari sumber KapanLagi untuk konsistensi.

🧠 Makna & Interpretasi

“[‘Getaway Green’] in particular just felt super summer-y and fun and happy and like driving with the windows down. And, y’know, if there’s one thing that I think All Time Low has always had a staple of, it’s songs that feel like driving with the windows down.”

— Alex Gaskarth, vokalis All Time Low (via Rock Sound)

Warna “Hijau Pelarian” sebagai Metafora Utama

Dalam lagu ini, “getaway green” adalah metafora yang kuat. Dalam dunia “hitam dan putih” yang membosankan, warna hijau melambangkan kejernihan, harapan, dan lampu hijau untuk melanjutkan. Seperti lampu lalu lintas hijau di Costa Mesa, frasa ini mewakili momen yang memberikan izin untuk melarikan diri, baik dari rutinitas maupun dari hubungan yang rumit, menuju sesuatu yang lebih cerah dan bebas.

Nostalgia akan Hubungan & Masa Muda

Liriknya sarat dengan kilas balik akan sebuah hubungan yang telah berakhir. Dari “reminiscing over 23” hingga “now that’s just a memory”, lagu ini mengungkap kenangan indah namun pahit tentang koneksi yang intens (“just more than friends”) tetapi mungkin tidak berjalan dengan mulus (“a colorful lie”). Ini adalah nostalgia untuk momen-momen “weekend wonderful” dan “fade-away youth” yang terasa sangat hidup namun telah berlalu.

Penerimaan dan Kebebasan

Di tengah nostalgia, ada nada penerimaan yang tenang. Lirik “If it happens, then it happens, happy to have you at all” menunjukkan sikap melepaskan ekspektasi dan stres, serta bersyukur atas pengalaman itu sendiri. Pesan ini selaras dengan tema album Wake Up, Sunshine yang lebih cerah dan optimis, sebagai jawaban dari nuansa gelap album sebelumnya, Last Young Renegade.

💡 Informasi Lagu

📅

Rilis & Peran

Dirilis sebagai single ketiga dari album Wake Up, Sunshine pada 17 Maret 2020 (versi studio). Lagu ini adalah Track 3 dalam album.

🎸

Debut & Proses Kreatif

Pertama kali ditampilkan secara live di Slam Dunk Festival pada 25 Mei 2019. Menurut Alex Gaskarth, lagu ini merupakan salah satu dari beberapa ide awal yang spontan dan dimainkan live untuk “menguji reaksi” penggemar terhadap arah musik baru mereka.

🎬

Video Musik

Video musik resminya menampilkan montage footage dari pertunjukan live band di venue-venue kecil awal tahun 2020. Visual ini memberi interpretasi lain pada lirik, menggambarkan bahwa “hijau pelarian” itu juga bisa berarti para penggemar yang memberi energi dan warna pada kehidupan musikal band.

🌞

Konteks Album

Merupakan bagian dari upaya sengaja band untuk menciptakan album yang terasa “hangat, cerah, dan seperti siang hari”, sebuah kontras langsung dari nuansa “moody dan neon” di album sebelumnya, Last Young Renegade (2017).

🔗 Lanjutan dari Wake Up, Sunshine

Sebagai lagu yang penuh energi dan nostalgia, “Getaway Green” melanjutkan semangat dari single sebelumnya “Some Kind of Disaster” dan “Sleeping In“. Untuk merasakan lebih dalam tema penerimaan dan cahaya album ini, lanjutkan dengan mendengarkan “Melancholy Kaleidoscope” (track berikutnya), atau “Wake Up, Sunshine” (lagu judul album yang penuh harapan).