Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

“Good Times” adalah lagu tentang menengok ke belakang dengan penuh kerinduan dan keberanian untuk melangkah maju. Sebagai lagu pertama yang ditulis untuk album Last Young Renegade, lagu ini menjadi fondasi yang menentukan nada dan atmosfer keseluruhan album tersebut. Lagu ini menangkap perasaan pahit-manis saat mengingat momen-momen indah masa muda, sambil mengakui bahwa sudah waktunya untuk beralih ke babak baru.
| LIRIK ASLI (ENGLISH) | TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA) |
|---|---|
|
VERSE 1
|
|
| On a fault line, late night | Di garis patahan, larut malam |
| Underneath the stars, we came alive | Di bawah bintang-bintang, kami menjadi hidup |
| And singing to the sky just felt right | Dan bernyanyi ke langit terasa begitu tepat |
| I won’t forget the good times | Aku tak akan lupa saat-saat indah |
| While the punks started picking fights | Sementara para punk mulai mencari keributan |
| With the skater kids under city lights | Dengan anak-anak skater di bawah cahaya kota |
| Remember how we laughed ‘til we cried | Ingat bagaimana kita tertawa sampai menangis |
| I won’t forget the good times | Aku tak akan lupa saat-saat indah |
|
CHORUS
|
|
| I never want to leave this sunset town | Aku tak pernah ingin meninggalkan kota senja ini |
| But one day the time may come | Tapi suatu hari waktunya mungkin tiba |
| And I’ll take you at your word and carry on | Dan aku akan percaya pada katamu dan melanjutkan |
| I’ll hate the goodbye | Aku akan benci perpisahan ini |
| But I won’t forget the good times | Tapi aku tak akan lupa saat-saat indah |
| I won’t forget the good times | Aku tak akan lupa saat-saat indah |
|
VERSE 2
|
|
| We were bare-knuckled, tight lip | Kami bertinju, berdiam diri |
| Middle fingers up, ego trip | Jari tengah teracung, perjalanan ego |
| Devil may care but we didn’t mind | Tak peduli apa pun tapi kami tak keberatan |
| I won’t forget the good times | Aku tak akan lupa saat-saat indah |
| We’re the boys in black smoking cigarettes | Kami anak laki-laki berbaju hitam merokok |
| Chasing girls who didn’t know love yet | Mengejar gadis yang belum mengenal cinta |
| As the bonfire moon came down | Saat bulan api unggun terbenam |
| I won’t forget the good times | Aku tak akan lupa saat-saat indah |
|
CHORUS
|
|
| I never want to leave this sunset town | Aku tak pernah ingin meninggalkan kota senja ini |
| But one day the time may come | Tapi suatu hari waktunya mungkin tiba |
| And I’ll take you at your word and carry on | Dan aku akan percaya pada katamu dan melanjutkan |
| I’ll hate the goodbye | Aku akan benci perpisahan ini |
| But I won’t forget the good times | Tapi aku tak akan lupa saat-saat indah |
| I won’t forget the good times | Aku tak akan lupa saat-saat indah |
|
BRIDGE
|
|
| When we laughed | Saat kita tertawa |
| When we cried | Saat kita menangis |
| Those were the days we owned the nights | Itulah hari-hari saat kita menguasai malam |
| Locked away | Terkunci |
| Lost in time | Hilang dalam waktu |
| I found the nerve to say that | Aku menemukan keberanian untuk mengatakan itu |
|
CHORUS (REPRISE)
|
|
| I never want to leave this sunset town… | Aku tak pernah ingin meninggalkan kota senja ini… |
*Lirik dan terjemahan disusun per baris untuk memahami makna harfiah dan kontekstual.
“Ini tentang terus melangkah dan melepaskan, mengakui bahwa kamu siap untuk mengambil langkah berikutnya yang tidak pasti. Kamu melihat ke belakang dengan penuh kasih pada tempat asalmu, menyadari bahwa sudah waktunya untuk pergi ke tempat baru.”
Lagu ini adalah kilas balik yang puitis kepada masa remaja: perkelahian kecil, petualangan larut malam, dan kebebasan tak bersalah. Metafora “sunset town” (kota senja) melambangkan masa kecil atau era kehidupan yang perlahan memudar namun indah untuk dikenang.
Meski bernada nostalgia, inti lagu adalah tentang menerima transisi. Liriknya mengakui rasa takut untuk berpisah (“I’ll hate the goodbye”), tetapi tekad untuk melanjutkan perjalanan (“carry on”) dan menjaga kenangan lebih kuat.
Alex Gaskarth menggambarkan lagu ini sebagai “lagu kelulusan” yang tak hanya untuk sekolah, tetapi untuk setiap babak kehidupan yang berakhir—seperti pindah kota, memulai hubungan baru, atau memasuki fase kedewasaan.
Track ke-5 di album Last Young Renegade (2017), sekaligus single kedua yang dirilis.
Ditulis oleh Alex Gaskarth dan diproduseri oleh Andrew Goldstein & Dan Book. Ini adalah lagu pertama yang ditulis untuk album ini, yang menjadi penentu nada dan visi album.
Video dirilis 1 Nov 2017. Menampilkan kisah remaja dari beragam latar yang menghadapi diskriminasi, dengan pesan kuat untuk tetap menjadi diri sendiri dan menemukan kebahagiaan.
Masuk chart Billboard Adult Pop Songs, menjadi entry pertama dan tertinggi band di chart itu, mencapai posisi #13.
Video musik “Good Times” sengaja dibuat untuk menyampaikan pesan penerimaan dan harapan. Alex Gaskarth menyatakan bahwa video ini adalah “untuk kaum tertindas… untuk orang-orang yang merasa terpinggirkan,” dengan pesan inti: “Kamu akan baik-baik saja. Kamu akan menemukan tempatmu. Kamu akan menemukan kebahagiaanmu.”. Video ditutup dengan kutipan inspirasional: “When the night is dark enough the stars shine out.” (Saat malam cukup gelap, bintang-bintang pun bersinar.)
Sebagai lagu pembuka konsep, “Good Times” berhubungan erat dengan tema album tentang mengenang masa lalu dan menghadapi perubahan. Untuk merasakan narasi lengkapnya, coba dengarkan lagu-lagu lainnya dalam album seperti: “Last Young Renegade” (track pembuka), “Dirty Laundry” (single pertama), dan “Afterglow” (penutup album).