Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

“Ground Control” adalah lagu kolaborasi yang unik dan optimis dari album Last Young Renegade. Alex Gaskarth menggambarkan lagu ini sebagai “seberkas harapan di langit yang gelap” dan “salah satu lagu paling optimis yang pernah kutulis“. Dengan partisipasi ikonik dari duo synth-pop Tegan and Sara, lagu ini menggunakan metafora penjelajahan luar angkasa yang terputus untuk menggambarkan perasaan terisolasi, kehilangan, dan keinginan mendalam untuk terhubung kembali dengan seseorang.
| LIRIK ASLI (ENGLISH) | TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA) |
|---|---|
|
VERSE 1 (Alex Gaskarth)
|
|
| Ground control | Kendali darat |
| What do the books say about this one now? | Apa kata buku-buku tentang yang satu ini sekarang? |
| I think we’ve lost it all | Kurasa kita telah kehilangan segalanya |
| There’s nothing to explain the distances any more | Tidak ada lagi yang bisa menjelaskan jarak-jarak ini |
| All systems are critical | Semua sistem kritis |
| Can’t find my way back to you | Tidak bisa menemukan jalan kembali padamu |
| Feels like there’s nowhere to go-oh-oh | Rasanya tidak ada tempat untuk pergi |
| I’m just out here waiting for you to say | Aku di sini hanya menunggumu berkata |
|
CHORUS (Alex & Tegan & Sara)
|
|
| Don’t be afraid, no | Jangan takut, jangan |
| If you start floating away | Jika kau mulai melayang menjauh |
| Hey! | Hei! |
| I promise you we’ll be fine | Aku janji kita akan baik-baik saja |
| Got the universe on your side when | Seluruh semesta ada di pihakmu saat |
| You’re out in space (you’re out in space) | Kau ada di luar angkasa (kau ada di luar angkasa) |
| Don’t you be afraid, (don’t you be afraid) no | Janganlah kau takut, (janganlah kau takut) jangan |
| If you start floating away | Jika kau mulai melayang menjauh |
|
VERSE 2 (Alex Gaskarth)
|
|
| Checking in | Lapor |
| 300 days with no reply now | 300 hari tanpa balasan sekarang |
| I think I’ve lost my mind | Kurasa aku sudah kehilangan akal |
| There’s nothing keeping me from going outside any more | Tidak ada lagi yang menahanku untuk pergi ke luar |
| My systems are critical | Sistem-sistemku kritis |
| Gotta find my way back to you | Harus menemukan jalan kembali padamu |
| Feels like I’m drifting alone, oh oh | Rasanya aku terhanyut sendirian |
| I’m just out here wishing that you would say | Aku di sini hanya berharap kau berkata |
|
CHORUS (Alex & Tegan & Sara)
|
|
| Don’t be afraid, no… | Jangan takut, jangan… |
|
BRIDGE (Alex & Tegan & Sara)
|
|
| We gotta make contact to make it out | Kita harus membuat kontak untuk bisa keluar |
| We gotta make contact to make it | Kita harus membuat kontak untuk berhasil |
| We gotta make contact to make it out | Kita harus membuat kontak untuk bisa keluar |
|
CHORUS & OUTRO (Tegan & Sara, lalu Alex & Tegan & Sara)
|
|
| If you start floating away… | Jika kau mulai melayang menjauh… |
| Don’t you be afraid, no… | Janganlah kau takut, jangan… |
*Lirik berdasarkan versi resmi dari Genius. Terjemahan dibuat dengan menjaga konteks makna dan metafora luar angkasa.
“Bagiku, ini adalah lagu tentang menemukan dirimu saat kau benar-benar terhanyut, benar-benar hilang, dan bahwa cinta dapat melampaui semua pengertian tentang waktu dan jarak… Cinta dan kasih sayang menarik kita kembali dari tepi jurang.”
Lagu ini menggunakan alegori penjelajah luar angkasa yang terputus dari “kendali darat” (ground control) untuk menggambarkan perasaan terisolasi, hilang arah, dan terputus secara emosional dari seseorang yang penting. “Semua sistem kritis” dan “tidak bisa menemukan jalan kembali padamu” melambangkan keadaan darurat psikologis dan kebingungan yang mendalam.
Di tengah gambaran kegelapan ini, chorus yang dinyanyikan bersama Tegan and Sara berfungsi sebagai janji penenang dan sumber harapan. Pesan “Jangan takut,” “Kita akan baik-baik saja,” dan “Seluruh semesta ada di pihakmu” adalah penegasan bahwa dukungan dan cinta dapat menjadi penuntun sekalipun dalam keadaan paling terisolasi sekalipun.
Bagian bridge (“We gotta make contact to make it out”) adalah inti dari solusi yang ditawarkan lagu. Dalam metafora ini, keselamatan hanya bisa dicapai dengan menjalin komunikasi dan koneksi kembali. Ini menekankan bahwa mengatasi isolasi dan kesendirian memerlukan usaha aktif untuk meraih dan terhubung dengan orang lain.
Track ke-9 dari album Last Young Renegade (2017). Album ini menandai era baru dengan sound yang lebih atmosferik dan personal bagi All Time Low.
Alex Gaskarth menulis lagu ini sebagai duet dan secara spontan mengajak Tegan and Sara, yang merupakan idolanya. Kolaborasi dilakukan secara remote, dan kedua pihak belum pernah bertemu secara fisik saat rekaman.
Alex Gaskarth: “Ini salah satu momen aneh dan sempurna… Lagu itu menemukan nyawa barunya dan benar-benar menemukan ritmenya.”
Tegan Quin: “Kami penggemar berat All Time Low… Kami menyukai lagunya. Jadi kami setuju!”
Lagu ini awalnya adalah ide dari penyanyi Phoebe Ryan dan produser Mike Green yang mentok. Alex Gaskarth kemudian melakukan penulisan ulang dan penyusunan ulang hingga menjadi lagu seperti sekarang.
Dalam konteks album Last Young Renegade yang banyak membahas “refleksi kritis” dan “bagasi lama”, “Ground Control” berperan sebagai momen pencerahan dan ketenangan. Jika lagu-lagu lain di album menggali kegelapan masa lalu dan keraguan diri, lagu ini menawarkan solusi: bahwa dengan cinta, dukungan, dan upaya untuk terhubung, kita dapat menemukan jalan kembali dari keterasingan kita sendiri.
Untuk memahami nuansa album ini secara utuh, dengarkan perjalanan emosionalnya: mulai dari kegelapan dan introspeksi dalam “Dirty Laundry” dan “Nightmares”, nostalgia dalam “Good Times”, keterasingan dalam “Life of the Party”, lalu temukan harapan dan koneksi dalam “Ground Control”, sebelum diakhiri dengan ketenangan dalam “Afterglow”.