Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track dari album Dirty Work (2011)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Analisis berdasarkan interpretasi dari vokalis Alex Gaskarth dan diskusi komunitas.
Kolaborasi Khusus: Lagu ini menampilkan vokal tamu dari Maja Ivarsson, vokalis utama band indie rock Swedia, The Sounds. Kehadirannya memberikan dinamika emosional yang kuat pada bagian bridge lagu.
Shooting for the stars
Membidik bintang-bintang
Desperately reaching for something in the dark
Terputus asa meraih sesuatu dalam gelap
Pictures of memories buried in my heart
Gambar kenangan terkubur di hatiku
Lie awake and dream of the endless possibilities
Terjaga dan bermimpi tentang kemungkinan tanpa akhir
Catch my breath and go for it
Menahan napas dan mencobanya
Is this what it feels like?
Inikah rasanya?
Finding out that I’ve got the guts to say anything
Mengetahui bahwa aku punya nyali untuk mengatakan apapun
Feels like breaking out when I can give up my reputation
Terasa seperti berontak saat aku bisa mengorbankan reputasiku
Finally, I can see, honestly, I’ve got the guts to say anything
Akhirnya, aku bisa melihat, jujur, aku punya nyali untuk mengatakan apapun
“Go down, let me go / Let me go down alone / Let me go down / Just let me go down / If I’m gonna go down / Then just let me go / Let me go down / Let me go down / Just let me go / Let me go!”
“Jatuh, biarkan aku pergi / Biarkan aku jatuh sendiri / Biarkan aku jatuh / Biarkan saja aku jatuh / Jika aku akan jatuh / Maka biarkan saja aku pergi / Biarkan aku jatuh / Biarkan aku jatuh / Biarkan saja aku pergi / Biarkan aku pergi!”
Bagian ini dinyanyikan sebagai duet antara Alex Gaskarth dan Maja Ivarsson, menciptakan ketegangan dan intensitas emosional yang unik.
Menurut penuturan vokalis Alex Gaskarth dan gitaris Jack Barakat, lagu ini adalah tentang mereka menemukan bahwa ini adalah musik mereka sendiri dan mereka bisa membuatnya sesuka hati. Ini mewakili momen pencerahan di mana sebuah band menyadari bahwa mereka tidak harus menyenangkan siapa pun dan bebas mengatakan apa yang mereka inginkan. Lirik seperti “Finding out that I’ve got the guts to say anything” (Mengetahui bahwa aku punya nyali untuk mengatakan apapun) dan “Feels like breaking out when I can give up my reputation” (Terasa seperti berontak saat aku bisa mengorbankan reputasiku) mencerminkan pembebasan dari ekspektasi eksternal.
Bagian bridge yang diulang-ulang, “Let me go down alone” (Biarkan aku jatuh sendiri), memiliki makna khusus. Menurut interpretasi yang bersumber dari wawancara anggota band, ini merujuk pada mereka menulis lirik atau lagu yang mungkin dianggap kontroversial, dan mereka bersedia menanggung konsekuensinya sendiri. Ini adalah pernyataan tentang kepemilikan dan tanggung jawab artistik—baik pujian maupun kritik, mereka ingin kreditnya diberikan pada mereka.
Metafora fisik seperti “Take apart everything that’s holding me down” (Membongkar segala sesuatu yang menahanku) dan “Take apart the gravity that’s holding me down” (Membongkar gravitasi yang menahanku) melambangkan upaya melepaskan diri dari batasan, baik secara kreatif maupun personal. Proses ini digambarkan sebagai perjuangan (“Bold enough to fall flat on my face“) yang pada akhirnya membawa pada kejelasan (“Finally, I can see“).
Lagu ini hadir dalam album Dirty Work (2011), yang oleh Apple Music dideskripsikan sebagai album di mana All Time Low “lebih berat condong ke sisi pop” namun tetap berhasil. “Guts” disebut sebagai “emo-laced anthem” (lagu himne berbalut emo) dengan melodi melankolis yang kontras dengan chorus yang membangkitkan semangat. Dalam konteks eksperimen suara album ini, “Guts” dapat dilihat sebagai pernyataan artistik—sebuah lagu tentang memiliki keberanian untuk bereksperimen dan berubah, terlepas dari risiko terhadap reputasi mereka di mata penggemar lama.