Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

| Can’t seem to shake this feeling off | Tak bisa mengusir perasaan ini |
| Like a ghost that’s haunting every thought | Seperti hantu yang menghantui setiap pikiran |
| You’re the echo in the silence | Kau adalah gema dalam kesunyian |
| The static in the signal | Statis dalam sinyal |
| And every time I try to move on | Dan setiap kali aku mencoba melupakan |
| You find a way to prove me wrong | Kau menemukan cara untuk membuktikan aku salah |
| With that smile that’s so deceiving | Dengan senyuman yang sangat menipu itu |
| And words I keep believing | Dan kata-kata yang terus kupercayai |
| You always kill my vibe, kill my vibe | Kau selalu membunuh suasana hatiku, bunuh suasana hatiku |
| Just when I’m feeling alive | Tepat saat aku merasa hidup |
| You take the air right out of my lungs | Kau mengambil udara dari paru-paruku |
| With the damage that you’ve done | Dengan kerusakan yang telah kau lakukan |
| Turn my sunshine into night | Ubah matahariku menjadi malam |
| And I don’t know why I let you in | Dan aku tak tahu mengapa aku membiarkanmu masuk |
| Just to kill my vibe again | Hanya untuk membunuh suasana hatiku lagi |
| I built these walls up brick by brick | Aku membangun tembok ini bata demi bata |
| But you always find a way through it | Tapi kau selalu menemukan cara melewatinya |
| Like a poison in my system | Seperti racun dalam sistemku |
| A constant state of friction | Keadaan gesekan yang konstan |
| Maybe it’s me, maybe it’s you | Mungkin aku, mungkin kau |
| Maybe we’re just broken through and through | Mungkin kita hanya hancur lebur |
| But every time I try to breathe | Tapi setiap kali aku mencoba bernapas |
| You’re there to suffocate me | Kau ada di sana untuk mencekikku |
| Again and again and again | Lagi dan lagi dan lagi |
Lagu ini menggambarkan dinamika hubungan di mana satu pihak secara konsisten menghancurkan energi positif pihak lain. “Kill my vibe” menjadi metafora untuk cara seseorang menghancurkan kebahagiaan, ketenangan, atau kemajuan emosional orang lain, terutama saat mereka mulai merasa baik-baik saja (“just when I’m feeling alive”).
Penyanyi mengakui pola berulang dalam hubungan ini: mereka membiarkan orang ini masuk kembali (“I let you in”) meskipun tahu konsekuensinya adalah kehancuran emosional (“just to kill my vibe again”). Ini menunjukkan ketergantungan emosional yang tidak sehat, di mana korban terus kembali kepada pelaku meskipun mengetahui dampak negatifnya.
Penggunaan metafora fisik seperti “take the air right out of my lungs” (mengambil udara dari paru-paru) dan “suffocate me” (mencekikku) menggambarkan intensitas luka emosional yang dialami. Lirik ini menunjukkan bagaimana dampak emosional dapat terasa sangat fisik, seperti sesak napas atau tercekik, mencerminkan pengalaman kecemasan dan depresi dalam hubungan toksik.
Bagian bridge (“Maybe it’s me, maybe it’s you”) menunjukkan kebingungan dan introspeksi. Penyanyi mempertanyakan apakah masalahnya ada pada diri mereka sendiri, pada pasangan, atau pada keduanya yang secara fundamental tidak cocok (“broken through and through”). Ini mencerminkan kebingungan umum dalam hubungan yang tidak sehat di mana korban sering menyalahkan diri sendiri.