Makna Lagu All Time Low - Last Young Renegade

Makna Lagu All Time Low Last Young Renegade – Lirik & Terjemahan

“Last Young Renegade”

All Time Low | Lagu pembuka & judul dari album Last Young Renegade (Dirilis: 2017)

Lirik asli dari Genius.com. Makna lagu berdasarkan penjelasan Alex Gaskarth di Facebook resmi band dan konteks album dari media musik.

🎵 Lirik Asli & Terjemahan Indonesia

Konteks Utama: Menurut Alex Gaskarth, “Last Young Renegade” adalah sebuah kisah penemuan jati diri (a story of self-realization). Lagu ini ditulis dari sudut pandang “sisi lain dari cermin” untuk mengeksplorasi berbagai versi diri yang berbeda. Sebagai lagu pembuka, ia mengatur nada untuk seluruh album yang penuh dengan tema nostalgia, cinta muda yang berakhir, dan transisi menuju kedewasaan.

[Verse 1]
Bait Pertama – Nostalgia Masa Muda yang Ceroboh

Just a couple kids on a summer street
Hanya sepasang anak muda di jalanan musim panas

Chasing around to a flicker beat
Berlarian mengikuti irama yang bergetar

Making mistakes that were made for us
Membuat kesalahan yang memang ditakdirkan untuk kita

We brushed them off like paper cuts
Kita mengabaikannya seperti goresan kertas

[Pre-Chorus & Chorus]
Inti Konflik: Kebutuhan vs. Perpisahan

You said you’re sick and tired of it, it
Kau bilang kau sudah muak dan lelah akan semua ini

But I need you morning, night, and day
Tapi aku butuh kamu pagi, malam, dan siang

I miss you every single way-ay-ay
Aku merindukanmu dalam setiap cara

We said forever but forever wouldn’t wait for us
Kita bilang selamanya, tapi selamanya tak mau menunggu kita

You were my last young renegade heartache
Kau adalah patah hati terakhirku yang muda dan nakal

It only took one night
Hanya butuh satu malam

Caught in the eye of a hurricane, darling
Terjebak di tengah badai, sayang

We had to say goodbye
Kita harus mengucapkan selamat tinggal

[Verse 2]
Bait Kedua – Bayangan dan Kenangan yang Memudar

Underneath the lights of a motorway
Di bawah cahaya jalan raya

That’s where I go to keep your ghost away
Di situlah aku pergi untuk mengusir bayanganmu

We used to be such a burning flame
Dulu kita adalah api yang membara

Now we’re just smoke in the summer rain
Sekarang kita hanya asap di hujan musim panas

[Bridge & Outro]
Jembatan & Penutup – Perjuangan untuk Menerima

I want to know that you’re somewhere out there
Aku ingin tahu bahwa kau ada di luar sana

Somewhere down this road
Di suatu tempat di jalan ini

You were the best thing that ever happened to me
Kau adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku

And I’ll keep on fighting just to make you believe
Dan aku akan terus berjuang agar kau percaya

Don’t want to let you, I’ll never let you go
Tak ingin melepaskanmu, aku takkan pernah membiarkanmu pergi

*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna dan nuansa lirik. Sumber lirik: Genius.com. Terjemahan juga merujuk pada KapanLagi dan blog fans.

💡 Makna Lagu: Pintu Masuk ke “Dunia Konsep” yang Personal

1

Konsep “The Last Young Renegade”: Persona untuk Eksplorasi Diri

Makna terdalam lagu ini tidak bisa dipisahkan dari konsep keseluruhan album. Dalam postingan media sosial resmi, Alex Gaskarth menjelaskan bahwa Last Young Renegade adalah “kisah penemuan jati diri”. Dia menggambarkannya sebagai kumpulan lagu yang ditulis dari “perspektif sisi lain dari cermin”, di mana dia menyelami semua versi dirinya yang mungkin telah ditemui orang lain selama bertahun-tahun. Untuk itu, dia memberikan sisi-sisi dirinya itu sebuah persona dan nama: “The Last Young Renegade”. Persona ini menjadi simbol yang memungkinkannya menulis dengan nyaman tentang hal-hal yang tidak mudah dibicarakan secara terbuka. Jadi, lagu ini bukan sekadar lagu cinta, tetapi pintu masuk ke sebuah perjalanan introspeksi yang disamarkan dalam narasi hubungan.

2

Tafsir Lirik: Perpisahan sebagai Metafora Transisi & Kelelahan

Melalui lensa konsep tersebut, lirik lagu mendapatkan dimensi yang lebih luas. “Last young renegade heartache” bisa ditafsirkan bukan hanya sebagai kekasih terakhir di masa muda, tetapi sebagai perpisahan dengan versi “pemberontak muda” dari diri sendiri—sisi ceroboh, bebas, dan mungkin naif yang harus ditinggalkan saat memasuki kedewasaan. Metafora seperti “terjebak di mata badai” mencerminkan ketenangan yang pura-pura di tengah kekacauan emosional atau tekanan. Pernyataan “Kita bilang selamanya, tapi selamanya tak mau menunggu kita” dengan pahit mengakui bahwa janji dan impian masa muda seringkali tak sesuai realita waktu yang terus bergerak. Lagu ini menangkap momen kesadaran bahwa satu fase hidup telah berakhir, yang disimbolkan dengan hubungan yang padam dari “api membara” menjadi “asap di hujan musim panas”.

3

Konteks Album: Awal dari Sebuah Perjalanan yang Gelap namun Penuh Harapan

Sebagai lagu pembuka dan penentu judul, “Last Young Renegade” bertugas menetapkan nada, tema, dan dunia suara untuk seluruh album. Sebuah ulasan menjelaskan bahwa album ini adalah album konsep pertama All Time Low, di mana tema yang sama terbawa dari awal hingga akhir. Album ini mengeksplorasi keraguan diri dan pembaruan, dimulai dari kegelapan dan berakhir dengan pesan optimis. Lagu pembuka ini dengan sempurna memulai narasi itu: sebuah refleksi melankolis tentang sesuatu yang berakhir. Perjalanan emosional dalam lagu ini—dari nostalgia, penolakan, hingga pergumulan untuk melepaskan—mencerminkan perjalanan yang lebih besar yang akan diambil pendengar sepanjang album, yang menurut Gaskarth adalah album yang sangat personal dan favorit bagi band.

4

Warisan & Posisi dalam Diskografi: Momen “Reset” Artistik

Berdasarkan wawancara di Kerrang!, era Last Young Renegade ternyata merupakan periode yang menantang bagi All Time Low. Album ini merepresentasikan pergeseran gaya yang signifikan menuju alt-pop dengan elemen elektronik yang kuat, yang tidak langsung diterima semua penggemar. Alex Gaskarth mengakui bahwa di akhir siklus album ini, band merasa “lelah dan tidak terinspirasi”, yang mengarah pada keputusan untuk “me-reset” All Time Low. Dengan demikian, lagu “Last Young Renegade” tidak hanya menjadi pembuka sebuah album konsep, tetapi juga menjadi penanda akhir dari satu babak dalam karier band dan permulaan dari periode introspeksi yang akhirnya membawa mereka kembali ke akar pada album berikutnya, Wake Up, Sunshine. Lagu ini adalah simbol dari keberanian untuk bereksperimen dan menghadapi ketidakpastian artistik.

📌 Fakta, Konteks, & Signifikansi

🎬 Konsep & Pernyataan Artistik

  • Bagian dari album konsep pertama All Time Low.
  • Alex Gaskarth: “Last Young Renegade is a story of self-realization“.
  • Ditulis dari perspektif “sisi lain cermin” sebagai eksplorasi berbagai versi diri.
  • Persona “The Last Young Renegade” diciptakan sebagai simbol untuk mengekspresikan hal-hal personal.

📀 Detail Rilis & Posisi

  • Lagu pembuka dan judul album Last Young Renegade (2017).
  • Album pertama bersama label Fueled by Ramen.
  • Menandai pergeseran gaya yang lebih pop dengan elemen elektronik.

🧭 Tema & Interpretasi

  • Tema: Nostalgia, akhir masa muda, transisi, penemuan jati diri.
  • Metafora kunci: Badai, api/asap, hujan musim panas, “renegade” (pemberontak).
  • Dapat dibaca sebagai lagu cinta dan/atau metafora untuk meninggalkan versi lama diri sendiri.
  • Mengawali perjalanan album penuh keraguan diri menuju harapan.

Lirik asli dari Genius.com. Analisis berdasarkan penjelasan konsep Alex Gaskarth di Facebook resmi band, ulasan album dari Lancers Spirit, dan konteks dari wawancara Kerrang!.

© Konten ini disusun untuk keperluan blog pribadi. Hak cipta lagu dimiliki oleh All Time Low dan penerbitnya.