Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

| Can we start this record over? | Bisakah kita mulai rekaman ini dari awal? |
| Can we paint with different colors? | Bisakah kita melukis dengan warna berbeda? |
| Can we dig the garden up and start again? | Bisakah kita gali kebun ini dan mulai lagi? |
| I want to tear out all the pages | Aku ingin merobek semua halaman |
| Of this book I’ve had for ages | Dari buku yang telah kumiliki selama ini |
| ‘Cause the words I’m reading now don’t make no sense | Karena kata-kata yang kubaca sekarang tak masuk akal |
| Solitary and confined | Sendiri dan terkurung |
| Lost my way and lost my mind | Kehilangan jalan dan kehilangan akal |
| The walls are closing in around me now | Tembok semakin mendekat di sekelilingku sekarang |
| Swimming through the solar rain | Berenang melewati hujan matahari |
| Washed away the salt and shame, I’m reaching out | Mencuci bersih garam dan rasa malu, aku meraih |
| But can you find me now? | Tapi bisakah kau menemukanku sekarang? |
| So meet me where the stars collide | Jadi temui aku di mana bintang-bintang bertabrakan |
| The Milky Way is ours tonight | Bima Sakti adalah milik kita malam ini |
| Your gravity is more than I can take | Gravitasimu lebih dari yang bisa kutahan |
| I’ve come so far to find you here | Aku telah datang sejauh ini untuk menemukanmu di sini |
| I burned up in the atmosphere | Aku terbakar di atmosfer |
| And there’s no going back but that’s okay | Dan tidak ada jalan kembali tapi tidak apa-apa |
| I got lost along the way | Aku tersesat di sepanjang jalan |
| Now time is moving slower | Sekarang waktu bergerak lebih lambat |
| My spirit’s getting lower | Semangatku semakin menurun |
| The rush of blood is music to my veins | Deru darah adalah musik untuk pembuluh nadiku |
| I’m spinning in the shadows | Aku berputar di bayang-bayang |
| The dark side of my shallow beating heart’s the only way to start again | Sisi gelap dari jantungku yang berdetak dangkal adalah satu-satunya cara untuk memulai lagi |
| No way back to where you are | Tidak ada jalan kembali ke tempatmu berada |
| I can’t see past this dying star | Aku tidak bisa melihat melampaui bintang sekarat ini |
| Stellar clouds surround you now | Awan bintang mengelilingimu sekarang |
| And I’m so lost without you | Dan aku sangat tersesat tanpamu |
| Falling just beneath the edge | Jatuh tepat di bawah tepian |
| Event horizon, full eclipse | Cakrawala peristiwa, gerhana penuh |
Lagu ini menggunakan metafora ruang angkasa untuk menggambarkan perjalanan pencarian diri yang monumental. “Getting lost along the way” bukan sekadar tersesat secara harfiah, tetapi tentang menemukan makna baru dalam proses kehilangan arah. Penyanyi menerima bahwa tersesat adalah bagian integral dari perjalanan menuju penemuan diri.
Pengulangan “there’s no going back but that’s okay” menunjukkan penerimaan yang matang terhadap perubahan yang tidak dapat dibalikkan. “Burned up in the atmosphere” adalah metafora untuk pengorbanan dan transformasi – seperti meteor yang terbakar saat memasuki atmosfer, penyanyi telah berubah secara fundamental dalam pencariannya.
“Your gravity is more than I can take” mengungkapkan konflik antara daya tarik yang kuat terhadap seseorang (atau suatu keadaan) dengan kebutuhan untuk kebebasan. Gravitasi di sini bisa mewakili keterikatan emosional yang begitu kuat hingga menyulitkan untuk bergerak maju, namun tetap menjadi bagian penting dari identitas.
Lirik seperti “time is moving slower” dan referensi ke “event horizon” (batas di sekitar lubang hitam di mana waktu melambat secara ekstrem) menunjukkan bagaimana pengalaman emosional dapat mengubah persepsi waktu. Dalam keadaan depresi atau introspeksi mendalam, waktu dapat terasa berbeda – lebih lambat, lebih berat.