Makna Lagu All Time Low - Monsters

Makna Lagu All Time Low Monsters – Lirik & Terjemahan






Analisis Lirik: Monsters – All Time Low


Monsters

All Time Low (feat. blackbear) – Analisis Lirik Lengkap

Informasi Lagu

Lagu “Monsters” adalah single utama dari album kedelapan All Time Low, “Wake Up, Sunshine” (2020). Kolaborasi dengan blackbear membawa nuansa modern ke sound pop-punk klasik band ini.

Artis
All Time Low ft. blackbear

Album
Wake Up, Sunshine

Tahun
2020

Genre
Pop-punk / Alternative

Makna Utama

Lagu ini menggali dalam-dalam psikologi hubungan ko-dependen dan adiktif. Bukan tentang cinta yang sehat, tapi tentang ketergantungan emosional yang merusak.

Inti dari lagu: Pengakuan akan ketergantungan pada seseorang yang jelas-jelas merugikan. Sang narrator sadar tapi tak berdaya untuk melepaskan diri.

Tema-Tema Kunci:

  • Kecanduan pada Drama: Narator mengakui bahwa dia “kecanduan” pada cara pasangannya menyakiti dan membuatnya bingung.
  • Kesadaran vs. Ketidakberdayaan: Seluruh lagu dipenuhi pertanyaan “mengapa?” – sadar hubungan ini buruk tetapi tidak mampu keluar.
  • Monster dalam Diri Sendiri: “Monster” tidak hanya mewakili pasangan yang toxic, tetapi juga rasa takut akan kesepian dan harga diri rendah.
  • Penerimaan Pasif: Frasa “like I don’t mind if you fuck up my life” menunjukkan kepasrahan terhadap nasib buruk yang dipilih sendiri.

Penerimaan & Konteks

“Monsters” menjadi hit terbesar All Time Low dalam lebih dari satu dekade, menduduki puncak tangga lagu rock dan alternatif.

Kolaborasi dengan blackbear berhasil memperluas jangkauan musik mereka ke genre yang lebih modern.

Meski berlatar hubungan toxic, banyak penggemar mengaitkan lagu ini dengan perjuangan kesehatan mental dan kecanduan apapun yang sulit dilepaskan meski merusak diri.

Lirik Asli

[Alex Gaskarth:]
Why do all the monsters come out at night?
Why do we sleep where we want to hide?
Why do I run back to you, like I don’t mind if you fuck up my life?

Another day, ‘nother headache in this hangover hotel
Gettin’ used to the rhythm, yeah, I know this beat too well
Tunnel visions got me feeling, you’re the only one I see
But I know what’s missing, when I’m swimmin’
In my lonely luxury

I’m wondering why do all the monsters come out at night?
Why do we sleep where we want to hide?
Why do I run back to you, like I don’t mind if you fuck up my life?
Why am I a sucker for all your lies?
Strung out like laundry on every line
Why do I come back to you, like I don’t mind if you fuck up my life?

[blackbear:]
I’m addicted to the way you hurt, the way you contradict me
I swear everything looks worse at night, I think I’m overthinking
I don’t care who I might hurt along the way, I’m fuckin’ sinking
Into every word, I don’t care if you’re lying when I’m drinking
So, tell me pretty lies, look me in my face
Tell me that you love me, even if it’s fake
You can lead me on and leave these questions in my sheets
I’m under it, I made my bed and I’m still wonderin’

[Alex Gaskarth:]
Thinkin’ about you, you’re in my head
Even without you, I still feel dead
Why do I run back to you, like I don’t mind if you fuck up my life?
Dead, thinking about you, you’re in my head
Even without you, I still feel dead
Why do I run back to you, like I don’t mind if you fuck up my life?

Terjemahan & Analisis

[Terjemahan:]
Mengapa semua monster muncul di malam hari?
Mengapa kita tidur di tempat yang ingin kita sembunyikan?
Mengapa aku kembali padamu, seolah tak peduli kau menghancurkan hidupku?
Analisis: Metafora “monster” mewakili pikiran gelap, kecemasan, dan kebiasaan buruk yang menghantui saat sendirian. Pertanyaan retoris ini menunjukkan konflik internal.

Hari lagi, sakit kepala lagi di hotel mabuk ini
Mulai terbiasa dengan ritmenya, ya, aku terlalu hafal dentuman ini
Penglihatan tunnell membuatku merasa, kaulah satu-satunya yang kulihat
Tapi aku tahu apa yang hilang, saat aku berenang
Dalam kemewahanku yang sepi
Analisis: “Hangover hotel” melambangkan keadaan hidup yang berantakan dan berulang. “Lonely luxury” adalah paradoks – hidup yang terlihat baik dari luar tapi hampa di dalam.

Aku bertanya-tanya mengapa semua monster muncul di malam hari?
Mengapa kita tidur di tempat yang ingin kita sembunyikan?
Mengapa aku kembali padamu, seolah tak peduli kau menghancurkan hidupku?
Mengapa aku mudah tertipu oleh semua kebohonganmu?
Tergantung seperti cucian di setiap jemuran
Mengapa aku kembali padamu, seolah tak peduli kau menghancurkan hidupku?
Analisis: “Strung out like laundry” – gambaran sangat jelas tentang perasaan terkuras habis, terekspos, dan menunggu dikeringkan (diselamatkan). Pengulangan frasa kunci menekankan siklus yang tak terputus.

[Bagian blackbear:]
Aku kecanduan caramu menyakiti, caramu menyangkalku
Aku bersumpah semuanya terlihat lebih buruk di malam hari, kurasa aku overthinking
Aku tak peduli siapa yang mungkin kusakiti di jalan, aku tenggelam
Dalam setiap kata, aku tak peduli jika kau berbohong saat aku minum
Jadi, katakan padaku kebohongan manis, tatap wajahku
Katakan kau mencintaiku, bahkan jika itu palsu
Kau bisa menuntunku dan meninggalkan pertanyaan-pertanyaan ini di sepraiku
Aku di bawahnya, aku merangkai tempat tidurku dan masih bertanya-tanya
Analisis: Bagian ini menegaskan tema kecanduan. “I made my bed” adalah idiom bahasa Inggris (“you’ve made your bed, now lie in it”) yang berarti dia menyadari konsekuensi dari pilihannya sendiri tetapi tetap tak bisa keluar.

[Bagian Penutup:]
Memikirkanmu, kau ada di kepalaku
Bahkan tanpamu, aku masih mati rasa
Mengapa aku kembali padamu, seolah tak peduli kau menghancurkan hidupku?
Mati rasa, memikirkanmu, kau ada di kepalaku
Bahkan tanpamu, aku masih mati rasa
Mengapa aku kembali padamu, seolah tak peduli kau menghancurkan hidupku?
Analisis: Pengulangan “dead” dan “feel dead” menunjukkan bahwa tanpa hubungan toxic ini, hidup terasa hampa. Ini adalah ciri khas ketergantungan – lebih memilih rasa sakit daripada kekosongan.