Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Single dari album So Wrong, It’s Right (2007) & Straight to DVD (2010)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Terjemahan dari KapanLagi.com dan Kumparan. Analisis berdasarkan interpretasi komunitas dan analisis video musik.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
You’ve got me popping champagne
Kau membuatku merayakan dengan sampanye
I’m at it again, caught up in the moment
Aku melakukannya lagi, terjebak dalam momen ini
But not in the right way
Tapi bukan dengan cara yang benar
I’m falling in between, tearing up at the seams
Aku terjatuh di antara semuanya, hati ini hampir robek
We’re just aiming to please
Kita hanya ingin menyenangkan hati
And aesthetics don’t hurt one bit
Dan penampilan tak ada ruginya sama sekali
Why don’t you say so?
Kenapa kau tidak bilang?
I think I’m caught in between
Aku rasa aku terjebak di antara dua pilihan
The nights and days fly by
Malam dan siang berlalu begitu cepat
When I’m lost on the streets
Saat aku tersesat di jalanan
And my eyes, they despise you for who I am
Dan mataku membenci dirimu karena siapa diriku
Why don’t you say so?
Kenapa kau tidak bilang?
You’ve got me thinking that
Kau membuatku berpikir bahwa
Lately I’ve been wishing the television set
Akhir-akhir ini aku berharap televisi ini
Would show me more than just a picture of
Bisa menunjukkan lebih dari sekadar gambaran
The things I’ve grown to detest
Dari hal-hal yang mulai kubenci
I strip down my dignity, they can take all of me
Aku meruntuhkan harga diriku, mereka bisa mengambil segalanya dariku
But they won’t ever take what I still believe
Tapi mereka tidak akan pernah mengambil apa yang masih aku percayai
I know, I know, I know
Aku tahu, aku tahu, aku tahu
That there’s a place for me somewhere out there
Bahwa ada tempat untukku di luar sana
I know, I know, I know
Aku tahu, aku tahu, aku tahu
That there’s a place for me somewhere out there
Bahwa ada tempat untukku di luar sana
Berbeda dari judul dan energinya yang terdengar seperti lagu pesta, “Poppin’ Champagne” sebenarnya adalah lagu yang introspektif. Lagu ini mengeksplorasi kecemasan, identitas, dan ketakutan akan kehilangan diri sendiri di tengah tekanan untuk sukses dan terlihat sempurna.
Dari baris pertama, lagu ini langsung mengungkap kontradiksi: “You’ve got me popping champagne… but not in the right way”. “Poppin’ champagne” adalah simbol dari gaya hidup hedonistik dan kesuksesan materi, tetapi narator merasa hal itu dilakukan dengan cara yang salah—mungkin karena dipaksakan atau tidak otentik.
Lirik “We’re just aiming to please / And aesthetics don’t hurt one bit” mengkritik budaya di mana penampilan luar (“aesthetics”) dan keinginan untuk menyenangkan orang lain diutamakan. Dalam konteks band yang sedang naik daun seperti All Time Low di tahun 2007, ini bisa ditafsirkan sebagai kegelisahan terhadap tekanan industri musik dan ekspektasi untuk “menjual diri” (selling out).
Chorus yang berulang, “I think I’m caught in between”, menggambarkan perasaan terjebak. Narator terjebak antara masa kanak-kanak dan kedewasaan, antara keaslian diri dan citra yang diharapkan, antara mimpi dan kenyataan. Dia merasa “tersesat di jalanan” dan matanya “membenci dirimu karena siapa diriku”, menunjukkan konflik batin dan kebencian terhadap diri sendiri atau orang lain yang memaksa perubahan.
Dalam Verse 2, televisi menjadi metafora untuk media dan budaya pop yang hanya menampilkan gambaran dangkal dari “hal-hal yang mulai kubenci”. Narator bersedia “meruntuhkan harga dirinya”, tetapi bertekad bahwa “mereka tidak akan pernah mengambil apa yang masih aku percayai”. Ini adalah pernyataan kuat untuk mempertahankan inti keyakinan dan integritas di tengah tekanan.
Analisis terhadap video musik “Poppin’ Champagne” (2007) mengungkap lapisan makna tambahan. Video yang menampilkan band berpesta di klub mewah dengan kostum berlebihan justru menciptakan ironi yang disengaja.
Pada akhirnya, “Poppin’ Champagne” adalah lagu yang lebih dalam daripada kelihatannya. Ini adalah ratapan generasi muda tentang ketakutan kehilangan diri dalam proses meraih mimpi, namun diakhiri dengan keyakinan di Bridge bahwa “ada tempat untukku di luar sana”.