Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track ke-3 dari album So Wrong, It’s Right (2007)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Terjemahan dari KapanLagi.com dan sumber lainnya.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
Time to lay claim to the evidence
Saatnya mengklaim bukti-bukti ini
Fingerprints sold me out
Jejak jari ini mengkhianatiku
But our footprints washed away from the docks downtown
Tapi jejak kita sudah terhapus dari dermaga di pusat kota
It’s been getting late for days
Sudah beberapa hari ini semakin larut
And I think myself deserving of a little time off
Dan aku merasa pantas dapat sedikit waktu untuk bersantai
We can kick it here for hours
Kita bisa nongkrong di sini berjam-jam
And just mouth off about the world
Dan cuma ngomongin dunia
And how we know it’s going straight to hell
Dan bagaimana kita tahu semuanya menuju kehancuran
Meet me on Thames Street
Temui aku di Thames Street
I’ll take you out though I’m hardly worth your time
Aku akan mengajakmu jalan, meski aku hampir tidak layak untuk waktumu
In the cold, you look so fierce, but I’m warm enough
Di udara dingin, kamu terlihat sangat berani, tapi aku mulai merasa hangat
Because the tension’s like a fire
Karena ketegangan ini seperti api
We’ll hit South Broadway in a matter of minutes
Kita akan sampai di South Broadway dalam beberapa menit
And like a bad movie, I’ll drop a line
Dan seperti film jelek, aku akan melontarkan kalimat
Fall in the grave I’ve been digging myself
Jatuh ke dalam kubur yang sudah aku gali sendiri
But there’s room for two
Tapi masih ada tempat untuk berdua
Six feet under the stars
Enam kaki di bawah bintang-bintang
I should have known better than to call you out
Seharusnya aku tahu lebih baik daripada memanggilmu
(On a night like this, a night like this)
(Di malam seperti ini, malam seperti ini)
If not for you, I know I’d tear this place to the ground
Kalau bukan karena kamu, aku tahu aku akan menghancurkan tempat ini
(But I’m alright like this, alright like this)
(Tapi aku baik-baik saja seperti ini, baik-baik saja seperti ini)
I’m gonna roll the dice before you sober up and get gone
Aku akan ambil risiko sebelum kamu sadar dan pergi
(I’m always in over my head)
(Aku selalu terjebak dalam masalah)
Time to lay claim to the evidence
Saatnya mengklaim bukti-bukti ini
Fingerprints sold me out
Jejak jari ini mengkhianatiku
But our footprints washed away
Tapi jejak kita sudah terhapus
I’m guilty, but I’m safe for one more day
Aku bersalah, tapi aku aman untuk satu hari lagi
Overdressed and underage (What a let down)
Terlanjur dandan dan masih di bawah umur (Sungguh mengecewakan)
“Do you really need to see an ID?”
“Apa kamu benar-benar perlu lihat KTP?”
This is embarrassing as hell (What a let down)
Ini sangat memalukan (Sungguh mengecewakan)
But I can cover for it so well
Tapi aku bisa menutupinya dengan baik
When we’re six feet under the stars
Saat kita enam kaki di bawah bintang-bintang
Lagu “Six Feet Under the Stars” adalah lagu yang sarat dengan metafora, menceritakan kisah percintaan yang penuh ketegangan, rekayasa, dan kesembronoan muda dengan latar kota Baltimore.
Fakta terpenting tentang lagu ini adalah bahwa ia merupakan sekuel langsung dari lagu All Time Low sebelumnya, “Coffee Shop Soundtrack”. Jika “Coffee Shop Soundtrack” membahas akibat dari sebuah perselingkuhan dengan seorang wanita yang sudah menikah, “Six Feet Under the Stars” menggambarkan detil dan momen-momen dari hubungan rahasia itu sendiri, yang diceritakan dalam bentuk present tense (masa kini) untuk menciptakan rasa langsung dan mendesak.
Judul dan frasa ulang lagu ini adalah metafora yang cerdas:
Gabungan keduanya, “Six feet under the stars“, menciptakan gambaran yang kuat tentang sebuah hubungan yang secara bersamaan terasa seperti akhir yang mematikan (“kuburan”) dan petualangan romantis yang indah (“di bawah bintang”). Narator sadar dia “menggali kuburnya sendiri” dengan melanjutkan hubungan ini, tetapi dia mengundang pasangannya untuk ikut serta—”tapi masih ada tempat untuk berdua”—menunjukkan penerimaan akan risiko tersebut demi keintiman.