Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

“Sleeping In” adalah single kedua yang ceria dan catchy dari album Wake Up, Sunshine. Lagu ini terinspirasi langsung oleh rumah di Palm Desert tempat band merekam album tersebut, yang mereka juluki “marble castle” (kastil marmer). Alex Gaskarth menggambarkannya sebagai lagu tentang “bersantai dan meninggalkan tekanan” . Dengan sentuhan referensi budaya pop (Britney Spears) dan dinamika musik yang menarik antara verse yang funky dan chorus yang energik, lagu ini merayakan keasyikan berada di zona nyaman bersama seseorang yang spesial, jauh dari tuntutan dunia luar .
| LIRIK ASLI (ENGLISH) | TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA) |
|---|---|
|
VERSE 1
|
|
| I woke up on a Tuesday | Aku bangun di hari Selasa |
| Felt like a Friday night to me | Terasa seperti malam Jumat bagiku |
| Never wanna leave this bed | Tak pernah ingin meninggalkan tempat tidur ini |
| Tell me that you got nowhere to be | Katakan padamu tak punya tempat untuk dituju |
| Can we stay all day? (All day) | Bisakah kita tinggal seharian? (Seharian) |
| Lay low in our lazy luxury | Berlama-lama dalam kemewahan malas kita |
| Sex in a rosé daze (Daze) | Bercinta dalam kemabukan rosé |
| All day, it’s a real good thing | Seharian, itu hal yang sangat baik |
|
PRE-CHORUS
|
|
| Just like that (Woo) | Seperti itu (Woo) |
| There you go, making it hard to stay on track | Itulah kamu, menyulitkan untuk tetap di jalur |
| Got shit to do, you got work | Ada yang harus dikerjakan, kamu ada pekerjaan |
| But we fall right back (Woo) | Tapi kita jatuh kembali (Woo) |
| Into bed, like it’s all just a game | Ke tempat tidur, seolah ini semua hanya permainan |
| And we can’t help that, no, we can’t help that | Dan kita tak bisa menahannya, tidak, kita tak bisa menahannya |
| And we fall right back | Dan kita jatuh kembali |
| Just like that | Seperti itu |
|
CHORUS
|
|
| If I said, “I want your body”, would you hold it against me? | Jika aku berkata, “Aku menginginkan tubuhmu”, apakah kau akan menyalahkanku? |
| Seven in the morning, wanna listen to Britney | Jam tujuh pagi, ingin mendengarkan Britney |
| Everything you wanna, baby, that’s okay with me now | Segala yang kau inginkan, sayang, itu baik-baik saja bagiku sekarang |
| (We don’t sleep, but we like sleeping in) | (Kami tidak tidur, tapi kami suka tidur nyenyak / bermalas-malasan di ranjang) |
| Closing up the curtains while you call out of work now | Menutup tirai sementara kau menelepon izin kerja sekarang |
| Turning off my phone while you take off your shirt now | Memadamkan ponselku sementara kau melepas bajumu sekarang |
| Waste another day, ‘nother night, ‘nother weekend | Membuang hari lain, malam lain, akhir pekan lagi |
| We don’t sleep, but we like sleeping in | Kami tidak tidur, tapi kami suka tidur nyenyak |
|
VERSE 2
|
|
| Everyday’s a holiday | Setiap hari adalah hari libur |
| We stay hot when it’s cold outside, y’know | Kami tetap hangat saat di luar dingin, kau tahu |
| Haven’t left your place in days | Tidak meninggalkan tempatmu selama berhari-hari |
| Postmates and dirty laundry | Pesan makanan online dan cucian kotor |
|
PRE-CHORUS & CHORUS (ULANG)
|
|
| Just like that (Woo)… [Lirik Pre-Chorus dan Chorus diulang] | Seperti itu (Woo)… [Lirik Pre-Chorus dan Chorus diulang] |
|
BRIDGE
|
|
| We like sleeping in | Kami suka tidur nyenyak |
| We like sleeping in | Kami suka tidur nyenyak |
| We like sleeping in | Kami suka tidur nyenyak |
| We like sleeping in | Kami suka tidur nyenyak |
|
CHORUS & OUTRO
|
|
| If I said, “I want your body”, would you hold it against me?… | Jika aku berkata, “Aku menginginkan tubuhmu”, apakah kau akan menyalahkanku?… |
*Lirik berdasarkan versi resmi Genius . Terjemahan Bahasa Indonesia mengacu pada sumber terpercaya dengan penyesuaian untuk konteks dan konsistensi.
“‘Sleeping In’ melihat Alex berbicara tentang bersantai dan meninggalkan tekanan.”
Lagu ini adalah sebuah ode untuk kemewahan sederhana: menghabiskan waktu di tempat tidur dengan seseorang yang dicintai, jauh dari kewajiban duniawi seperti pekerjaan (“call out of work”). Frasa “lazy luxury” (kemewahan malas) dan “Everyday’s a holiday” (Setiap hari adalah liburan) menangkap inti dari lagu ini: menciptakan surga pribadi di mana waktu berhenti dan keintiman menjadi satu-satunya fokus .
Alex Gaskarth mengungkapkan bahwa chorus lagu ini terinspirasi oleh hoodie Britney Spears yang dikenakan Jack Barakat, dengan “noda yang jelas” pada lagu Britney yang pernah mereka cover (“…Baby One More Time”) . Proses kreatifnya juga unik: awalnya verse punya nuansa “funky” dan setengah tempo, tetapi mereka memutuskan untuk membuat chorus yang kontras penuh energi “Warped Tour mosh pit”. Menurut Gaskarth, kedua elemen yang bertentangan ini “menikah dengan sempurna” .
Judul “Sleeping In” memiliki makna ganda yang pintar. Secara harfiah berarti bangun terlambat atau tidur nyenyak. Namun, lirik berulang “We don’t sleep, but we like sleeping in” (Kami tidak tidur, tapi kami suka tidur nyenyak) mengungkapkan makna yang lebih dalam. Ini bukan tentang tidur, tapi tentang menikmati kemalasan dan keintiman di ranjang bersama, memilih untuk “tertidur” dalam momen berdua dan mengabaikan dunia luar.
Dirilis sebagai single kedua dari album Wake Up, Sunshine pada 20 Februari 2020 .
Ditulis di rumah sewaan band yang mereka sebut “marble castle” di Palm Desert, California, tempat mereka merekam album .
Video musiknya menampilkan band bermain dengan berbagai hewan (anjing, kucing, hingga landak). Ini merupakan kolaborasi dengan North Shore Animal League America (NSALA) untuk menggalang dana dan meningkatkan kesadaran bagi organisasi penyelamatan dan adopsi “no-kill” .
Band dengan sengaja menciptakan kontras besar antara verse yang “bouncy” dan funky dengan chorus yang penuh energi pop-punk, yang ternyata justru berhasil dengan sempurna .
“Sleeping In” melanjutkan energi positif yang dimulai oleh single pembuka “Some Kind of Disaster“. Untuk merasakan lebih banyak nuansa cerah dan enerjik dari album ini, lanjutkan dengan mendengarkan “Getaway Green” (track berikutnya), atau “Basement Noise” yang nostalgia tentang awal mula band.