Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track ke-5 dari album Don’t Panic (2012)
Lirik asli dari Genius.com . Analisis berdasarkan penjelasan Alex Gaskarth di Songfacts dan wawancara dengan Kerrang! dan Billboard .
Konfirmasi Sang Penulis: Vokalis Alex Gaskarth menjelaskan, lagu ini adalah “an autobiographical song that tells of All Time Low’s rise to stardom” . Lagu ini adalah perjalanan mereka dari mimpi menuju kenyataan.
Back in ’95
Tahun ’95 yang lalu
A little boy from just outside of London
Seorang anak kecil dari pinggiran London
Took a fated trip across the ocean
Mengambil perjalanan takdir melintasi samudra
Little did he know
Dia tak menyangka
That he would find his voice in verse and chorus
Bahwa dia akan menemukan suaranya dalam bait dan reff
Making wishes on his broken stereo
Mengucapkan harapan pada stereo rusaknya
So long, soldier
Selamat tinggal, prajurit
Cruise controller
Pengendara jelajah
Satellite trajectory, guide us into reverie
Jejak satelit, pandu kami ke dalam lamunan
And come down to voice a generation
Dan turunlah untuk menyuarakan sebuah generasi
Late 2005
Akhir 2005
The boy’s got plans as crazy as his friends
Anak itu punya rencana yang sama gilanya dengan teman-temannya
They take their chances driving West alone
Mereka mengambil kesempatan berkendara ke Barat sendirian
Give him six more years
Berikan dia enam tahun lagi
And see what time will do for hopeless dreamers
Dan lihatlah apa yang waktu lakukan untuk para pemimpi tanpa harapan
Singing wishes to their broken stereo
Menyanyikan harapan pada stereo rusak mereka
*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna, bukan terjemahan kata-per-kata yang kaku.
Alex Gaskarth menegaskan bahwa lagu ini menceritakan “rise to stardom” mereka . Liriknya membagi cerita menjadi dua momen penting:
Lirik “Give him six more years” secara akurat menunjuk pada tahun 2012, tahun dirilisnya album Don’t Panic yang memuat lagu ini, seolah menegaskan, “Lihatlah hasil dari perjuangan kami” .
Judul dan chorus lagu mengandung metafora yang dalam. “So long, soldier” kemungkinan adalah ucapan selamat tinggal pada masa lalu atau versi diri mereka yang berjuang sendirian sebagai “hopeless dreamers” sebelum akhirnya meraih kesuksesan. Gaskarth menjelaskan bahwa baris “come down to voice a generation” bukanlah klaim bahwa mereka adalah suara generasi, melainkan “more of a hopeful thing” . Ini adalah ekspresi dari alasan awal mereka membentuk band: untuk terhubung, menginspirasi, dan mungkin mewakili perasaan generasi mereka. Dia menyebutnya sebagai “words of encouragement to ourselves” yang merujuk pada mimpi dan ambisi awal mereka .
Lagu ini memiliki dua lapisan makna musikal yang menarik. Pertama, lagu ini adalah **track kelima** di album *Don’t Panic*, dan Gaskarth menyebutkan bahwa chorus-nya sengaja dibuat mengingatkan pada **”Circles”**, yang merupakan **lagu kelima** dari album debut mereka, ***The Party Scene*** . Ini adalah bentuk penghormatan yang cerdas dan penuh nostalgia pada akar mereka. Kedua, secara musikal, Gaskarth menggambarkan “So Long, Soldier” sebagai “a real barn-burner” dan “a Warped Tour song” . Lagu ini adalah kesengajaan band untuk kembali ke akar pop-punk energik mereka setelah beberapa eksperimen, dengan riff yang terinspirasi dari sesi latihan spontan dan ditulis dengan cepat .
“So Long, Soldier” menampilkan vokal tamu dari dua musisi kenalan dekat band: **Anthony Raneri (Bayside)** dan **Cassadee Pope (Hey Monday)** . Kolaborasi ini menambah dimensi pada lagu yang sudah personal ini. Gaskarth memuji vokal Pope yang “sick and dynamic” . Lagu ini hadir di album Don’t Panic yang menandai periode penting setelah band meninggalkan label mayor dan kembali ke independensi. Dalam konteks ini, “So Long, Soldier” yang berisi refleksi perjalanan dan komitmen pada suara asli mereka, menjadi pernyataan artistik yang tepat tentang kemana arah band setelah melalui berbagai percobaan.