Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low – Analisis Lirik Lengkap
Lagu “Summer Daze (Seasons, Pt. 2)” adalah kelanjutan dari seri “Seasons” oleh All Time Low. Sebagai bagian kedua setelah “January Gloom”, lagu ini mengeksplorasi tema melankoli musim panas, perpisahan, dan penerimaan bahwa hal-hal indah harus berakhir.
Kesuraman musim dingin, depresi musiman, pencarian penyelamat dari kesuraman
Melankoli musim panas, kenangan yang memudar, penerimaan akhir musim dan hubungan
Lirik “But nothing gold can stay, you told me so” merujuk pada puisi terkenal Robert Frost dengan judul yang sama. Puisi ini berbicara tentang kesementaraan keindahan dan kemurnian – tema yang sempurna untuk lagu tentang hubungan musim panas yang harus berakhir.
Lagu ini mengeksplorasi konsep “Sad Summer” – perasaan melankolis di tengah musim yang seharusnya ceria. Ini adalah lagu tentang hubungan musim panas yang intens tetapi sementara, dan kesulitan untuk melepaskannya ketika musim berakhir.
Pencarian penyelamat dari luar, harapan bahwa seseorang akan “menyelamatkan” dari depresi musiman, fokus pada kesuraman dan isolasi.
Penerimaan bahwa hal-hal indah berakhir, memahami bahwa “moving on means letting go”, fokus pada kenangan dan melankoli indah.
Rasa masam ceri – metafora untuk hubungan yang manis tetapi dengan aftertaste pahit, atau ciuman pertama yang terasa seperti ceri asam.
Kebetulan yang indah dan hujan musim panas – momen tak terduga yang menyegarkan seperti bunga yang tumbuh di trotoar.
“Heard my favorite song” – perasaan familiar dan nyaman yang datang dengan kenangan, seperti mendengar lagu favorit.
“They cut your power” – bisa literal (listrik padam) atau metaforis (kehilangan energi, semangat, atau kekuatan).
“Nature’s first green is gold,
Her hardest hue to hold.
Her early leaf’s a flower;
But only so an hour.
Then leaf subsides to leaf.
So Eden sank to grief,
So dawn goes down to day.
Nothing gold can stay.”
Lagu ini secara langsung merujuk puisi ini, menggunakan ide yang sama tentang kesementaraan keindahan untuk menggambarkan hubungan musim panas yang singkat namun intens.
“Summer Daze (Seasons, Pt. 2)” adalah lagu tentang keindahan yang sementara dan kepahitan yang manis dari kenangan musim panas. Sebagai kelanjutan dari “January Gloom”, lagu ini menunjukkan evolusi emosional: dari mencari penyelamat di tengah kesuraman musim dingin, hingga menerima dengan sedih bahwa bahkan momen paling indah pun harus berakhir.
Lagu ini menangkap paradoks musim panas: seharusnya menjadi waktu kebahagiaan, tetapi justru bisa menjadi waktu kesedihan terbesar ketika kita menyadari bahwa momen-momen indah tidak akan bertahan selamanya. “Nothing gold can stay” – tidak ada yang emas bisa bertahan, dan itulah yang membuatnya begitu berharga.
Melalui metafora “cherry sour lips”, “summer showers”, dan “growing through the concrete”, All Time Low menciptakan gambaran puitis tentang hubungan yang intens, singkat, dan tak terlupakan. Ini adalah lagu untuk siapa saja yang pernah mengalami cinta musim panas – indah, bebas, dan menghancurkan karena sifat sementaranya.