Makna Lagu All Time Low - Tell Me I'm Alive

Makna Lagu All Time Low Tell Me I’m Alive – Lirik & Terjemahan






Analisis Lirik: Tell Me I’m Alive – All Time Low


Tell Me I’m Alive

All Time Low – Analisis Lirik Lengkap

Single utama dari album “Tell Me I’m Alive” (2023)

Informasi Lagu

Lagu “Tell Me I’m Alive” adalah single utama dan judul lagu dari album kesembilan All Time Low, “Tell Me I’m Alive” (2023). Lagu ini mengeksplorasi tema pencarian sensasi ekstrem, kehancuran diri, dan kebutuhan untuk merasa hidup melalui pengalaman berbahaya.

Artis
All Time Low

Album
Tell Me I’m Alive

Tahun
2023

Tema
Kehancuran Diri, Eksistensial

KEHANCURAN FISIK

Bruises, bite marks, jail time, hospital bracelets – pencarian sensasi melalui pengalaman fisik yang ekstrem dan berbahaya

KEHANCURAN EMOSIONAL

Trainwreck life, burning paychecks, cheap thrills – upaya untuk merasakan sesuatu melalui kekacauan emosional

Album Comeback: “Tell Me I’m Alive” menandai kembalinya All Time Low setelah jeda singkat, dengan tema yang lebih gelap dan matang dibanding album-album sebelumnya. Lagu ini mencerminkan perjalanan emosional band selama masa pandemi dan periode isolasi.

Makna Utama

Lagu ini adalah eksplorasi tentang pencarian validasi eksistensial melalui kehancuran diri. Narator terlibat dalam perilaku berisiko dan merusak diri hanya untuk merasakan sesuatu – apa pun – sebagai bukti bahwa dia masih hidup.

Inti dari lagu: Dalam dunia yang membuat kita mati rasa, beberapa orang mencari sensasi ekstrem – bahkan yang berbahaya dan merusak – hanya untuk merasakan sesuatu. “Tell me I’m alive” adalah teriakan minta tolong dari seseorang yang begitu terpisah dari perasaannya sendiri sehingga dia perlu orang lain untuk meyakinkannya bahwa dia masih hidup.

Tema-Tema Kunci:

  • Pencarian Sensasi Ekstrem: “Cheap thrills” menjadi cara untuk merasakan sesuatu dalam kehidupan yang mati rasa.
  • Kehancuran Diri sebagai Bukti Kehidupan: “It’s good to feel something” bahkan jika perasaan itu adalah rasa sakit atau konsekuensi negatif.
  • Materialisme dan Konsumsi: “Burning through my paychecks” – pemborosan uang sebagai bentuk pencarian makna.
  • Pergaulan yang Merusak: “These cheap friends pull me into the deep end” – pengaruh negatif dari lingkungan sosial.
  • Kebutuhan akan Validasi Eksternal: “Tell me I’m alive” – ketergantungan pada orang lain untuk mengkonfirmasi eksistensi sendiri.
  • Eskapisme Radikal: “Let’s fall off the face of the earth” – keinginan untuk menghilang dari realitas.
  • Paradoks Kehidupan melalui Kematian: “I wanna die for cheap thrills” – metafora untuk mencari kehidupan melalui pengalaman yang mengancam jiwa.

Simbolisme & Metafora

VAMPIRES & KEHIDUPAN

“Kissing vampires” – metafora untuk hubungan yang menguras kehidupan, atau mencari sensasi dari hal-hal yang sebenarnya mematikan.

KERETA YANG TABRAKAN

“My life is a trainwreck” – gambaran visual tentang kehidupan yang kacau balau dan tak terkendali.

JATUHKAN BOM

“Sold my soul to the devil” – pengorbanan nilai-nilai untuk kesenangan sesaat, transaksi Faustian modern.

JATUH DARI BUMI

“Fall off the face of the earth” – keinginan untuk menghilang sepenuhnya, eskapsme total dari realitas.

Krisis Eksistensial Modern

Lagu ini menangkap krisis eksistensial generasi modern: perasaan mati rasa di tengah kelimpahan, isolasi di tengah konektivitas, dan pencarian makna dalam dunia yang terasa kosong. “Tell me I’m alive” adalah teriakan melawan mati rasa emosional yang dialami banyak orang di era digital.

Psikologi Pencarian Sensasi:

Pencarian sensasi ekstrem seringkali terkait dengan kebutuhan untuk merasakan sesuatu – apa pun – ketika seseorang merasa mati rasa secara emosional. Ini bisa menjadi mekanisme koping untuk depresi, kecemasan, atau perasaan kosong eksistensial. Narator dalam lagu ini lebih memilih rasa sakit dan konsekuensi negatif daripada tidak merasakan apa-apa sama sekali.

Lirik Asli

Just got jumped in an alley
Life’s too short, picked a fight with a bouncer at a bar in the valley
Got a couple bruises and a bite mark on my lip from kissing vampires
Let’s find a park, let’s kill a bottle, it’s a start if there’s a spark
Light up this icy heart but baby don’t you cry for me

I’m messy, I’m reckless
I fuck shit up for breakfast
My life is a trainwreck, I’m burning through my paychecks on the weekends
These cheap friends pull me into the deep end
Now I’m drowning, I’m sinking, it’s good to feel something
And I- I wanna fly, wanna burn, I wanna die for cheap thrills again and tell me I’m alive

Sold my soul to the devil for a pack of lights and a night spent in jail
I can keep as a memento, x’s on my hands and a hospital bracelet
No one gets to say I never went for it
Let’s find a park, let’s kill a bottle, it’s a start if there’s a spark
Light up this icy heart but baby don’t you cry for me

I’m messy, I’m reckless
I fuck shit up for breakfast
My life is a trainwreck, I’m burning through my paychecks on the weekends
These cheap friends pull me into the deep end
Now I’m drowning, I’m sinking, it’s good to feel something
And I- I wanna fly, wanna burn, I wanna die for cheap thrills again and tell me-
I-I wanna fly, wanna burn, I wanna die for cheap thrills again and tell me I’m alive

So pour me another and kiss me like there’s no tomorrow
I wanna have your baby, let’s move to Toronto
Let’s fall off the face of the earth ‘cause we’re all bound to die but hey babe we tried
So tell me I’m alive (tell me I’m alive), tell me that it’s all alright
Tell me I’m alive and bring me back to life

Terjemahan & Analisis

Baru saja dipukuli di gang
Hidup terlalu singkat, mengawali perkelahian dengan bouncer di bar di lembah
Dapat beberapa memar dan bekas gigitan di bibirku dari mencium vampir
Mari temukan taman, mari habiskan sebotol, itu awal jika ada percikan
Nyalakan hati ber-es ini tapi sayang jangan menangis untukku
Analisis: Pembukaan yang brutal dan langsung. “Jumped in an alley” dan “fight with a bouncer” menunjukkan pencarian konflik fisik. “Kissing vampires” – metafora untuk terlibat dengan orang atau pengalaman yang menguras kehidupan. “Icy heart” menunjukkan mati rasa emosional yang ingin “dinyalakan” melalui perilaku berisiko.

Aku berantakan, aku ceroboh
Aku mengacaukan segalanya untuk sarapan
Hidupku adalah tabrakan kereta, aku menghabiskan gajiku di akhir pekan
Teman-teman murahan ini menarikku ke ujung yang dalam
Sekarang aku tenggelam, aku tenggelam, enak rasanya merasakan sesuatu
Dan aku- aku ingin terbang, ingin terbakar, aku ingin mati untuk kesenangan murahan lagi dan katakan padaku aku hidup
Analisis: Pengakuan destruktif yang jujur. “Fuck shit up for breakfast” – kehancuran sebagai rutinitas harian. “Trainwreck” adalah metafora sempurna untuk kehidupan yang kacau. “It’s good to feel something” adalah inti lagu: lebih baik merasakan sakit daripada tidak merasakan apa-apa. “Cheap thrills” – sensasi murahan sebagai pengganti kepuasan yang sebenarnya.

Menjual jiwaku pada iblis untuk sebungkus rokok dan semalam di penjara
Bisa kusimpan sebagai kenangan, tanda x di tanganku dan gelang rumah sakit
Tidak ada yang bisa bilang aku tidak pernah berusaha untuk itu
Mari temukan taman, mari habiskan sebotol, itu awal jika ada percikan
Nyalakan hati ber-es ini tapi sayang jangan menangis untukku
Analisis: Transaksi Faustian modern. “Sold my soul to the devil” untuk sesuatu yang sepele (“pack of lights”) menunjukkan nilai diri yang rendah. “X’s on my hands” mungkin merujuk pada tanda di klub atau konser, “hospital bracelet” adalah bukti konsekuensi fisik. “No one gets to say I never went for it” – kebanggaan atas keberanian yang salah arah.

Jadi tuangkan aku yang lain dan cium aku seperti tidak ada hari esok
Aku ingin punya anakmu, mari pindah ke Toronto
Mari jatuh dari muka bumi karena kita semua pasti mati tapi hey sayang kita mencoba
Jadi katakan padaku aku hidup (katakan padaku aku hidup), katakan padaku semuanya baik-baik saja
Katakan padaku aku hidup dan bawa aku kembali hidup
Analisis: Klimaks yang eksistensial dan putus asa. “Kiss me like there’s no tomorrow” – hidup di saat ini secara ekstrem. “Move to Toronto” – keinginan untuk melarikan diri secara geografis. “Fall off the face of the earth” – keinginan untuk menghilang sepenuhnya. “We’re all bound to die” – penerimaan kematian yang mengarah pada keputusasaan. “Bring me back to life” – permintaan terakhir untuk diselamatkan dari mati rasa.

Evolusi Tema All Time Low

“Tell Me I’m Alive” menandai evolusi tema dalam diskografi All Time Low. Jika lagu-lagu sebelumnya seperti “Monsters” dan “I Hate That For You” berfokus pada hubungan yang toxic, lagu ini mengeksplorasi hubungan toxic dengan diri sendiri. Ini adalah eksplorasi yang lebih dalam tentang kehancuran diri dan krisis eksistensial, menunjukkan kedewasaan artistik band.

Interpretasi Filosofis:

Lagu ini dapat dilihat sebagai komentar tentang kondisi manusia modern di era kapitalisme lanjut dan budaya konsumsi. “Burning through my paychecks” mencerminkan konsumsi berlebihan sebagai pencarian makna. “Cheap thrills” mewakili hiburan instan yang menggantikan kepuasan yang mendalam. “Tell me I’m alive” adalah teriakan melawan alienasi dan mati rasa yang dihasilkan oleh masyarakat kontemporer.

Dalam konteks pasca-pandemi, lagu ini juga bisa dibaca sebagai respons terhadap isolasi dan ketidakpastian. Setelah periode lockdown dan pembatasan sosial, beberapa orang mencari sensasi ekstrem sebagai reaksi terhadap periode mati rasa yang panjang.

Kesimpulan Arti:

“Tell Me I’m Alive” adalah lagu tentang kehancuran diri sebagai bentuk pencarian eksistensi. Ini adalah teriakan minta tolong dari seseorang yang begitu terpisah dari perasaannya sendiri sehingga dia membutuhkan pengalaman ekstrem – bahkan yang menyakitkan dan merusak – hanya untuk membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia masih hidup.

Lagu ini menangkap paradoks manusia: dalam upaya kita untuk merasa hidup, kita terkadang mengejar hal-hal yang justru menghancurkan kita. “I wanna die for cheap thrills” bukan keinginan untuk mati secara harfiah, tetapi keinginan untuk merasakan kehidupan dengan intensitas sedemikian rupa sehingga terasa seperti mati dan hidup kembali.

Pada akhirnya, “Tell Me I’m Alive” adalah lagu tentang kebutuhan manusia yang mendasar untuk validasi – kebutuhan untuk mengetahui bahwa kita ada, bahwa kita berarti, bahwa kita hidup. Dan ketika kita tidak bisa menemukan validasi itu dari dalam, kita mencarinya di tempat-tempat yang berbahaya, melalui orang-orang yang merusak, dalam pengalaman yang mengancam jiwa. Ini adalah lagu yang gelap, jujur, dan sangat manusiawi tentang apa artinya mencari kehidupan dalam dunia yang seringkali terasa mati.