Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track dari album Future Hearts (Dirilis: 3 April 2015)
Lirik asli dari Genius.com dan AZLyrics. Makna lagu berdasarkan penjelasan Alex Gaskarth.
Konteks Utama: “The Edge of Tonight” adalah lagu yang menangkap perasaan ingin menghentikan waktu dan berlama-lama dalam momen yang intens. Lagu ini sering dianggap sebagai refleksi tentang hubungan yang rapuh namun berharga, dimana sang narator menginginkan malam itu berlangsung selamanya meski tahu hubungannya mungkin tidak bertahan lama.
Try to relight this flame we lost
Coba nyalakan kembali api yang kita kehilangan
I’m counting backwards, minutes cross
Aku menghitung mundur, menit-menit berlalu
In case we’re just a hopeless cause
Seandainya kita memang hanya penyebab yang tak ada harapan
I want to hold this moment close
Aku ingin menggenggam erat momen ini
And wear your heart like a locket close to mine
Dan memakai hatimu seperti liontin dekat dengan hatiku
Take my hand, if only for tonight
Genggam tanganku, meski hanya untuk malam ini
Don’t let go, we’re running out of time
Jangan lepaskan, kita kehabisan waktu
Let’s live like we’re alive, let’s live like we’re alive
Mari hidup seakan kita benar-benar hidup, mari hidup seakan kita benar-benar hidup
And we can shut out the whole world outside
Dan kita bisa menutup seluruh dunia di luar sana
Don’t say a word, let the silence speak
Jangan ucapkan sepatah kata, biarkan keheningan berbicara
Kiss me slow, we’re standing on the edge of tonight
Cium aku perlahan, kita berdiri di tepi malam ini
Let’s stay like this forever, hold your breath and make a wish
Mari tetap seperti ini selamanya, tahan napas dan buatlah permohonan
We’re standing on the edge of tonight
Kita berdiri di tepi malam ini
I’ll chase the sunrise for you
Aku akan mengejar matahari terbit untukmu
If you say it’s worth the fight
Jika kau bilang itu layak diperjuangkan
And slow down time just to keep you in my sights
Dan memperlambat waktu hanya untuk tetap memandangmu
I want to hold this moment close
Aku ingin menggenggam erat momen ini
And wear your heart like a locket close to mine
Dan memakai hatimu seperti liontin dekat dengan hatiku
Don’t let this moment go to waste
Jangan biarkan momen ini terbuang sia-sia
Let’s live like we’re alive tonight
Mari hidup seakan kita benar-benar hidup malam ini
We’re standing on the edge of tonight…
Kita berdiri di tepi malam ini…
*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna dan nuansa lirik. Sumber lirik: Genius.com dan AZLyrics.
Lagu ini secara kuat mengeksplorasi tema **keinginan untuk menghentikan waktu dan berlama-lama dalam momen yang sempurna**. Narator dengan jelas menyadari bahwa hubungannya mungkin adalah “a hopeless cause” (penyebab yang tak ada harapan) dan waktu mereka terbatas (“we’re running out of time“). Namun, daripada menyerah pada kenyataan ini, dia memilih untuk **menciptakan sebuah momen abadi di dalam ke-fana-an**. Metafora “standing on the edge of tonight” (berdiri di tepi malam ini) menggambarkan posisi antara **keberanian untuk hidup sepenuhnya di saat ini** dan kesadaran bahwa fajar (akhir dari momen ini) akan segera tiba. Ini adalah lagu tentang **menemukan keabadian dalam sesuatu yang sementara**.
Berbeda dengan banyak lagu cinta yang penuh dengan deklarasi verbal, “The Edge of Tonight” menekankan **keintiman non-verbal**. Instruksi “Don’t say a word, let the silence speak” dan “Kiss me slow” menunjukkan bahwa **komunikasi terdalam terjadi tanpa kata-kata**. Dalam keheningan dan sentuhan, mereka dapat “shut out the whole world outside“—menciptakan dunia mereka sendiri yang terisolasi dari kenyataan. Pengulangan frasa “let’s live like we’re alive” adalah seruan untuk **kehadiran penuh dan kesadaran sensorik**, merasakan setiap detik seolah-olah itu adalah yang terakhir. Metafora “wear your heart like a locket close to mine” menggambarkan keinginan untuk **menjaga hati pasangannya tetap aman dan dekat**, seolah-olah itu adalah harta yang paling berharga.
Lirik ini penuh dengan gambaran tentang **perlawanan heroik namun mustahil terhadap waktu**. Narator bersedia untuk “chase the sunrise” (mengejar matahari terbit)—sebuah tugas yang jelas tidak mungkin—hanya untuk memperpanjang malam. Dia ingin “slow down time” (memperlambat waktu) dan “hold this moment close” (menggenggam erat momen ini). Tindakan “counting backwards” (menghitung mundur) juga menunjukkan upaya untuk **membalikkan arah waktu**. Semua ini menggambarkan perjuangan manusia yang universal melawan sifat fana dari pengalaman yang indah. Meski kalah dari waktu, tindakan perlawanan itu sendiri—**pilihan untuk mencintai sepenuhnya meski tahu akan berakhir**—adalah yang memberikan makna dan keindahan pada momen tersebut.
Dalam konteks album *Future Hearts* yang lebih luas, “The Edge of Tonight” menawarkan **perspektif yang berbeda tentang menghadapi masa depan**. Jika lagu-lagu seperti “Something’s Gotta Give” berbicara tentang perubahan dan “Kids in the Dark” tentang kebersamaan, lagu ini fokus pada **merayakan keindahan di ambang ketidakpastian**. Ini adalah momen **permenungan dan penerimaan** bahwa tidak semua hal bertahan selamanya, dan itu tidak apa-apa. Pesannya sangat universal: **hiduplah sepenuhnya di saat ini, cintai dengan berani meski rapuh, dan hargai keindahan momen yang tepat sebelum berubah**. Lagu ini menjadi pengingat bahwa kadang-kadang, pengalaman paling berharga dalam hidup justru terjadi “di tepi” sesuatu—di ambang perubahan, di batas antara yang diketahui dan yang tidak diketahui.