Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track ke-6 dari album Don’t Panic (2012)
Lirik asli dari Genius.com dan SongMeanings. Analisis berdasarkan interpretasi lirik dan konteks album.
Konteks Album: Lagu ini adalah track ke-6 dari album Don’t Panic, album yang dibuat saat band keluar dari label mayor dan kembali ke independensi, dengan tujuan menciptakan “pure All Time Low album” .
Stop fucking around with my emotions
Berhentilah bermain-main dengan perasaanku
I like you better when you’re numb
Aku lebih suka dirimu ketika kau mati rasa
I’m sick and tired of false devotion
Aku muak dan lelah dengan pengabdian palsu
Devote yourself to moving on
Abdikan dirimu untuk melanjutkan hidup
Or suck it up and let it go
Atau terima saja dan lepaskan
But you’re always out to get me
Tapi kau selalu berusaha menjatuhkanku
You’re the snake hidden in my daffodils when I’m picking flowers
Kau adalah ular tersembunyi di bunga dafodil saat aku memetik bunga
That’s just my luck these days
Itulah nasibku belakangan ini
Why can’t you just be happy for me?
Mengapa kau tak bisa bahagia untukku?
You’re the brake lights failing as my car swerves off the freeway
Kau adalah lampu rem yang gagal saat mobilku meluncur keluar dari jalan tol
It kind of feels like sabotage
Rasanya seperti sabotase
Why can’t you just be happy for me?
Mengapa kau tak bisa bahagia untukku?
“Why can’t you just be happy for me?
I’ll never be good enough, no
I’ll never be good enough”
“Mengapa kau tak bisa bahagia untukku?
Aku takkan pernah cukup baik, tidak
Aku takkan pernah cukup baik”
*Lirik lengkap dan akurat dapat dilihat di Genius.com .
Interpretasi paling langsung dari lagu ini adalah tentang sebuah hubungan yang beracun dan ingin berakhir, tetapi salah satu pihak terus-menerus menghalangi dan memanipulasi . Narator meminta mantan pasangannya untuk berhenti “fucking around with my emotions” dan “devote yourself to moving on” . Dia bahkan lebih suka pasangannya “numb” (mati rasa) daripada terus-terusan menciptakan drama. Namun, mantan pasangan ini justru “always out to get me“—seolah ingin menjatuhkan atau menyakiti narator.
Judul lagu ini sendiri, “The Irony of Choking on a Lifesaver“, adalah sebuah paradoks yang sempurna untuk menggambarkan situasi ini. “Lifesaver” (penyelamat) seharusnya adalah sesuatu yang menyelamatkan nyawa, tetapi jika kau tersedak karenanya, ia justru menjadi penyebab kematian. Dalam konteks lagu, mantan pasangan ini mungkin dulu adalah “penyelamat” atau sumber kebahagiaan, namun kini menjadi “racun” yang membuat narator “choking” (tersedak/tidak bisa bernapas).
Metafora di chorus semakin memperjelas: Mantan pasangan adalah “snake hidden in my daffodils” (ular tersembunyi di bunga dafodil)—sesuatu yang berbahaya dan beracun bersembunyi di tempat yang indah dan tidak disangka. Dia juga adalah “brake lights failing as my car swerves off the freeway” (lampu rem yang gagal saat mobil meluncur keluar jalan tol)—sesuatu yang seharusnya memberikan keamanan justru gagal di saat paling kritis, yang terasa seperti “sabotage“.
Pertanyaan yang terus diulang, “Why can’t you just be happy for me?“, mengungkapkan inti kekecewaan narator. Dia mungkin telah melanjutkan hidup, menemukan kebahagiaan baru, atau sukses, tetapi mantan pasangannya tidak bisa ikut berbahagia untuknya. Sebaliknya, mantan tersebut justru mencoba merusak atau meremehkan pencapaiannya. Hal ini memuncak pada bridge di mana narator mengungkapkan keraguan diri yang mendalam: “I’ll never be good enough” . Ini bisa menjadi cerminan dari bagaimana hubungan beracun tersebut telah merusak harga dirinya, atau ejekan terhadap standar tidak realistis yang ditetapkan oleh mantan pasangannya.
Beberapa penggemar di forum SongMeanings berspekulasi bahwa lagu ini terinspirasi oleh dinamika pribadi vokalis Alex Gaskarth . Mereka menghubungkannya dengan periode di mana ia sempat putus dengan pasangan lamanya (sekarang istrinya), Lisa Ruocco, dan menjalin hubungan singkat dengan Tay Jardine dari We Are The In Crowd . Mantan pasangan diduga menunjukkan kecemburuan dan “tidak bisa bahagia” untuknya selama hubungan baru itu .
Secara kritis, lagu ini mendapat tanggapan beragam. Sebuah review dari Punktastic menyebut lagu ini sebagai “filler” (pengisi) di album Don’t Panic , sementara review lain dari Sputnikmusic juga menyebutnya sebagai salah satu “missteps” (kesalahan) dalam album . Namun, terlepas dari itu, lagu ini tetap menjadi bagian dari setlist tur mereka bertahun-tahun kemudian, seperti yang dibuktikan dalam ulasan konser tahun 2015 .