Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track dari album Don’t Panic (2012)
Lirik asli dari Genius.com dan SongMeanings . Analisis berdasarkan interpretasi lirik yang tersedia.
Catatan: Lagu ini secara umum dipahami membahas kesulitan untuk melepaskan hubungan atau pengalaman masa lalu .
Rush of the past
Desakan masa lalu
I quietly crash and the tables turn
Aku diam-diam hancur dan keadaan berbalik
You’re beautifully strange, defiantly brash
Kau aneh yang indah, sembrono dengan berani
Be careful now
Hati-hati sekarang
Kid you’re a cut above
Nak, kau lebih unggul
Always just a cut above the rest
Selalu lebih unggul dari yang lain
If there’s something left to be learned
Jika masih ada yang harus dipelajari
Then my time is running
Maka waktuku berjalan
Why should I waste it all, waste it on you?
Mengapa aku harus menyia-nyiakannya, menyia-nyiakannya untukmu?
I shouldn’t be trusted to live and let go
Aku seharusnya tidak dipercaya untuk hidup dan melepaskan
When the last of my cities have burned
Saat kota-kotaku yang terakhir telah terbakar
Then what’s left in nothing?
Lalu apa yang tersisa dalam ketiadaan?
Why did I waste it all, waste it on you?
Mengapa aku menyia-nyiakannya, menyia-nyiakannya untukmu?
I couldn’t be trusted to live and let go
Aku tidak bisa dipercaya untuk hidup dan melepaskan
Fill in the blanks, pencil on paper
Isi bagian yang kosong, pensil di atas kertas
Disposable
Bisa dibuang
Throw away lines
Baris-baris yang bisa dibuang
Intentional but unbelievable
Disengaja tetapi tidak dapat dipercaya
Kid you’re a cut above
Nak, kau lebih unggul
Always just a cut above the rest
Selalu lebih unggul dari yang lain
“Shaken and tried / Fade and resign as the tables turn / Let’s slip away, the renegade life you’ve been dreaming of / Kid you’re a cut above / Always just a cut above the rest”
“Gemetar dan dicoba / Memudar dan menyerah saat keadaan berbalik / Mari kita menghilang, kehidupan pemberontak yang kau impikan / Nak, kau lebih unggul / Selalu lebih unggul dari yang lain”
*Terjemahan dibuat berdasarkan lirik asli dari Genius.com dan SongMeanings .
Lagu ini, seperti yang disebutkan di Genius.com, menggambarkan “the troubles of letting go of past relationships and/or experiences” . Dari bait pertama, narator sudah diterpa oleh “rush of the past” yang membuatnya “quietly crash“. Ini menunjukkan betapa kenangan masa lalu bisa datang tiba-tiba dan menghancurkan. Meski ia mengakui keunikan dan keunggulan orang lain (“Kid you’re a cut above“), konflik batinnya terasa sangat kuat. Ia merasa waktu terus berjalan (“my time is running“) dan ia telah “waste it all” pada orang atau hubungan tersebut. Perasaan ini memuncak pada pengakuan bahwa ia “shouldn’t be trusted” dan “couldn’t be trusted to live and let go“, sebuah pengakuan akan kegagalan pribadi untuk bisa move on.
Metafora dalam lagu ini memperkuat perasaan hancur dan kosong. Narator menggambarkan keadaannya setelah segalanya berakhir dengan gambaran dramatis: “When the last of my cities have burned / Then what’s left in nothing?” Kota yang terbakar adalah simbol dari segala sesuatu yang telah dibangun, diinvestasikan, dan akhirnya dihancurkan, menyisakan kehampaan total. Di bait kedua, ia menyebut kata-kata atau interaksi sebagai “disposable” (bisa dibuang) dan “throw away lines” yang meski “intentional” tapi “unbelievable“. Ini menunjukkan kekecewaan pada komunikasi yang dangkal, tidak jujur, atau hubungan yang terasa palsu dan mudah dilupakan, namun tetap meninggalkan luka.
Bagian bridge menunjukkan ambivalensi yang kompleks. Narator merasa “shaken and tried” dan siap untuk “fade and resign“. Namun, ada ajakan atau pengakuan: “Let’s slip away, the renegade life you’ve been dreaming of“. Frasa ini bisa diartikan sebagai ajakan untuk akhirnya melarikan diri bersama dari segala konflik, atau pengakuan bahwa pasangannya selalu menginginkan kehidupan pemberontak yang mungkin tidak melibatkan narator. Meski diakhiri dengan pujian “you’re a cut above” lagi, nada keseluruhan lagu tetap menunjukkan bahwa narator terjebak antara kekaguman dan keinginan untuk lepas, antara kenangan indah dan rasa sakit karena tidak bisa melupakan.
Lagu “To Live and Let Go” adalah bagian dari album Don’t Panic (2012). Berbeda dengan beberapa lagu lain dalam diskografi All Time Low, tidak banyak informasi atau penjelasan resmi dari anggota band (seperti Alex Gaskarth) yang secara spesifik membedah makna lagu ini. Analisis di atas sepenuhnya berdasarkan interpretasi terhadap lirik yang tersedia di platform seperti Genius dan SongMeanings . Tidak adanya wawancara atau komentar langsung dari band tentang lagu ini membuatnya menjadi salah satu lagu yang lebih misterius, mengandalkan pendengar untuk menafsirkan sendiri pengalaman pribadi tentang kesulitan “to live and let go“.