Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track dari album Nothing Personal (2009)
Lirik asli bersumber dari Genius.com dan terjemahan dari KapanLagi.com.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
I admit I miss seeing your face, babe (seeing your face, baby)
Aku akui, aku kangen melihat wajahmu sayang (melihat wajahmu, sayang)
And being alone is starting to take its toll
Dan sendirian mulai terasa berat
I’m cold and it’s getting old (getting cold)
Aku merasa dingin dan ini semakin membosankan (semakin dingin)
I admit (I admit) I should have made some changes (changes)
Aku akui (aku akui) seharusnya aku melakukan beberapa perubahan (perubahan)
We were so smothered in love
Kita terlalu terjerat dalam cinta
We didn’t have a chance to come up for air (No fair)
Kita tidak punya kesempatan untuk bernapas (tidak adil)
What a waste, where did the time go?
Sungguh disayangkan, ke mana waktu berlalu?
Where did our minds go? I don’t know
Ke mana pikiran kita pergi? Aku tidak tahu
What’s this place? Where did our home go?
Tempat apa ini? Ke mana rumah kita pergi?
We won’t know, I don’t know…
Kita tidak akan tahu, aku tidak tahu…
Too much of anything is too much
Terlalu banyak dari apa pun itu sudah berlebihan
Too much love can be too much
Terlalu banyak cinta bisa jadi berlebihan
We had too much time, too much us
Kita punya terlalu banyak waktu, terlalu banyak ‘kita’
So we fought like tomorrow was promised
Jadi kita bertengkar seolah besok sudah pasti ada
Too much, too much, too much, too much
Terlalu banyak, terlalu banyak, terlalu banyak, terlalu banyak
Too much, too much, too much, much much too much
Terlalu banyak, terlalu banyak, terlalu banyak, terlalu, terlalu banyak
I admit I’m still watching the days go by
Aku akui, aku masih melihat hari-hari berlalu
And sleeping alone is starting to break me down
Dan tidur sendirian mulai menghancurkanku
It’s cold, but I should have known
Ini dingin, tapi seharusnya aku sudah tahu
I admit I made a few mistakes, babe
Aku akui, aku membuat beberapa kesalahan, sayang
We were so caught up in love
Kita terlalu terjebak dalam cinta
We didn’t have a chance to come up for air (No fair)
Kita tidak punya kesempatan untuk bernapas (tidak adil)
I need to find a reason to feel
Aku perlu mencari alasan untuk merasa
Like everything was meant to be let go
Seolah segalanya ditakdirkan untuk dilepaskan
Take it slow, ‘cause I can’t be on my own
Santai saja, karena aku tak bisa sendiri
*(Pre-Chorus, Chorus, dan pengulangan lainnya sesuai struktur lagu)
Berbeda dengan nada agresif dalam “Break Your Little Heart”, “Too Much” adalah sebuah refleksi yang dalam tentang hubungan yang berakhir karena kelebihan dan kejenuhan.
Lirik lagu ini menggambarkan paradoks di mana hubungan yang sangat dekat dan penuh waktu berakhir dengan kehancuran karena justru terlalu dekat. Metafora “tersedak dalam cinta” (“so smothered in love”) dan “tidak punya kesempatan untuk bernapas” (“didn’t have a chance to come up for air”) sangat kuat menggambarkan perasaan kehilangan ruang pribadi dan identitas di dalam hubungan.
Kedekatan yang berlebihan ini, ditambah dengan asumsi bahwa hubungan akan berlangsung selamanya (“we fought like tomorrow was promised”), akhirnya justru memicu konflik dan keterasingan emosional antara kedua belah pihak.
Secara keseluruhan, “Too Much” adalah studi mendalam tentang bagaimana sesuatu yang baik (cinta, waktu, kebersamaan) bisa berubah menjadi racun ketika tidak ada keseimbangan, ruang, dan batasan yang sehat.