Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah lagu tentang hubungan toksik yang disadari, pelarian melalui ilusi, dan kegembiraan berbahaya dari ketergantungan emosional. Metafora fisiologis dan Las Vegas bertemu dalam kisah cinta yang merusak diri sendiri.
Said, “Baby, don’t panic. We can just swerve
Night’s gonna save us. Viva Las Vegas”
No, don’t you panic, just say the words
“Viva Las Vegas,” Viva las vagus nerve
Berkata, “Sayang, jangan panik. Kita bisa menghindar saja
Malam akan menyelamatkan kita. Viva Las Vegas”
Tidak, jangan panik, ucapkan saja kata-katanya
“Viva Las Vegas,” Viva las vagus nerve
“Viva Las Vagus Nerve” memiliki struktur yang dinamis dengan perubahan energi antara verse yang lebih kontemplatif dan chorus yang intens. Berikut perkiraan progresi kunci berdasarkan analisis melodi dan pola lagu All Time Low.
Am F
The city’s alive, I feel like dying again
C G
I’d call for help, but maybe all I need’s a friend
Am F
Back of the cab, back to your place again
C G
With all your pretty words that help me play pretend
Pre-Chorus:
Dm F
Nightcaps and nightmares
C G
Dance like we don’t care
Dm F
It’s a crush, it’s a crutch
C G
It’s a curse that I think this much
Chorus:
Am F
And she said, “Baby, don’t panic. We can just swerve
C G
Night’s gonna save us. Viva Las Vegas”
Am F
Fuck all the glitter, baptized in dirt
C G
Nothing to save us, nothing to save
Am F
So lie, lie, lie, lie, lie to me
C G
I like the way you make my heart beat
Am F C G
“Baby, don’t panic. Life’s just a blur”
Am F C G
“Viva Las Vegas!” Viva las vagus nerve
(Progresi serupa untuk verse 2 dan chorus berikutnya)
Outro:
Am F C G (berulang dengan intensitas menurun)
Saraf vagus adalah saraf kranial terpanjang dalam tubuh manusia yang memainkan peran penting dalam sistem saraf otonom, khususnya dalam respons “rest and digest” (beristirahat dan mencerna) yang berlawanan dengan respons “fight or flight” (lawan atau lari).
Dalam konteks lagu ini, saraf vagus menjadi metafora untuk:
Lagu “Viva Las Vagus Nerve” adalah eksplorasi kompleks tentang hubungan yang secara sadar toksik namun tetap dipertahankan. Judulnya sendiri merupakan permainan kata yang jenius, menggabungkan kegembiraan palsu Las Vegas (“Viva Las Vegas”) dengan saraf vagus yang mengatur respons “tidak panik” tubuh.
1. “Viva Las Vegas”: Seruan untuk hidup seperti di Las Vegas – berisiko, berkilau, penuh ilusi, dan pelarian dari kenyataan.
2. “Viva las vagus nerve”: Seruan untuk menenangkan saraf vagus – secara paradoks meminta sistem saraf untuk tetap tenang di tengah kekacauan yang diciptakan sendiri.
1. Hubungan sebagai Pelarian dan Penghancuran Diri
Narator menggambarkan hubungan yang membuatnya “feel like dying again” tetapi tetap kembali karena “all your pretty words that help me play pretend.” Ini adalah kesadaran akan kerusakan diri sendiri – mengetahui bahwa sesuatu berbahaya tetapi tetap melakukannya karena memberikan pelarian sementara dari rasa sakit yang lebih besar.
2. Metafora Fisiologis: Panik vs. Tenang
Saraf vagus menjadi metafora sentral. Ketika seseorang panik, detak jantung meningkat. Dalam hubungan ini, pasangan membuat jantung narator berdetak (secara harfiah dan metaforis), tetapi narator meminta untuk “don’t panic” – sebuah permintaan paradoks untuk tetap tenang di tengah situasi yang seharusnya membuat panik. “I like the way you make my heart beat” mengakui bahwa ada kegembiraan dalam ketidakstabilan ini.
3. Las Vegas sebagai Metafora untuk Ilusi
Las Vegas adalah kota yang dibangun di atas ilusi – cahaya berkilauan yang menyembunyikan kenyataan yang lebih gelap. “Fuck all the glitter, baptized in dirt” dengan indah menangkap kontras ini. Hubungan ini adalah versi pribadi dari Las Vegas: berkilau di permukaan tetapi kotor di dasarnya.
4. Permintaan untuk Dibohongi
Pengulangan “lie to me” yang terus-menerus adalah pengakuan paling jujur dalam lagu. Narator secara aktif memilih ilusi daripada kebenaran yang menyakitkan. Dia lebih memilih kenyamanan kebohongan daripada ketidaknyamanan kebenaran.
5. Ketergantungan sebagai “Crutch” (Tongkat Penopang)
“It’s a crush, it’s a crutch” – hubungan ini mulai sebagai ketertarikan (crush) tetapi telah berubah menjadi sesuatu yang diperlukan untuk bertahan (crutch). Namun, seperti tongkat penopang yang sebenarnya, ini adalah solusi sementara yang tidak menyembuhkan masalah yang mendasarinya.
Fungsi Sebenarnya: Mengatur detak jantung, pencernaan, dan respons relaksasi
Metafora dalam Lagu: Upaya untuk tetap tenang dalam hubungan yang kacau
Paradoks: Meminta saraf untuk tenang sementara secara aktif mencari situasi yang membuat stres
Secara keseluruhan, “Viva Las Vagus Nerve” adalah lagu tentang ketergantungan emosional yang disadari. Bukan tentang cinta yang naif atau patah hati yang tidak terduga, tetapi tentang memilih untuk tetap dalam situasi yang merusak karena alternatifnya (kesendirian, menghadapi kenyataan) terasa lebih menakutkan. Ini adalah lagu tentang pelarian – dari diri sendiri, dari kebenaran, dari kebutuhan untuk menghadapi rasa sakit dengan cara yang sehat.
“Viva Las Vagus Nerve” adalah bagian dari album studio terkini All Time Low. Lagu ini menunjukkan perkembangan artistik band dengan memasukkan metafora yang lebih kompleks dan eksplorasi tema psikologis yang dalam.
Lagu ini memiliki tempat khusus dalam evolusi musik All Time Low:
Untuk lebih memahami metafora dalam lagu, berikut beberapa fakta tentang saraf vagus: