Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Dunia seringkali tampak kacau dan jahat secara acak. Namun, jika kita melihat lebih dalam melalui kacamata sejarah dan teori permainan (game theory), ada mekanisme yang sangat logis di balik tindakan-tindakan yang kita anggap “”tabu””. Kekuasaan sejati tidak hanya bekerja melalui uang atau senjata, melainkan melalui manipulasi psikologi massa dan penciptaan identitas kelompok yang ekstrem.
Predictive History menguraikan bahwa kemenangan kelompok elit seringkali didorong oleh kemampuan mereka untuk menciptakan “”sinkronisitas”” dan “”hive mind”” melalui tindakan transgresi atau pelanggaran hukum sosial yang berat.
Dalam teori permainan, cara paling efektif untuk memenangkan kompetisi adalah dengan “”curang”” secara terorganisir. Namun, agar koordinasi rahasia ini berhasil, setiap anggota kelompok harus memiliki loyalitas mutlak. Bagaimana cara menciptakannya? Lewat transgresi.
Ketika sekelompok orang bersama-sama melanggar tabu sosial yang berat (seperti korupsi masif atau ritual transgresif lainnya), mereka secara otomatis terisolasi dari masyarakat umum. “”Rahasia”” bersama ini menciptakan ikatan yang jauh lebih kuat daripada ideologi mana pun. Mereka tidak punya jalan keluar; jika satu orang jatuh, semua jatuh. Inilah yang menciptakan Synchronicity—kemampuan kelompok untuk bergerak dan berpikir sebagai satu kesatuan tanpa perlu banyak instruksi.
Mengapa sejarah dipenuhi dengan ritual pengorbanan manusia, mulai dari bangsa Aztek, Fenisia, hingga Romawi? Analisis ini menunjukkan bahwa ritual “”jahat”” yang dilakukan secara terbuka seringkali bertujuan untuk membuat kelompok tersebut dibenci oleh dunia.
Ini adalah strategi militer kuno: bertempur dengan sungai di belakang punggung. Dengan melakukan tindakan yang membuat dunia membenci mereka, para pengikut elit tersebut tidak punya pilihan selain bertempur sampai mati demi pemimpin mereka. Kebencian dunia adalah “”sungai”” yang mencegah mereka untuk menyerah atau berkhianat. Kebencian menjadi bahan bakar untuk persatuan internal yang fanatik.
Melalui trauma bersama atau rahasia transgresif, sebuah kelompok dapat mencapai tingkat koordinasi yang disebut Hive Mind. Seperti seorang ibu yang bisa merasakan bahaya yang menimpa anaknya di tempat jauh, kelompok yang memiliki kohesi tinggi memiliki “”telepati sosial””.
Mereka dapat memprediksi langkah satu sama lain dan bertindak serempak dalam ekonomi maupun politik. Inilah alasan mengapa kelompok kecil yang solid seringkali bisa mengalahkan mayoritas yang terpecah-pecah. Mayoritas bermain dengan aturan, sementara kelompok ini bermain dengan “”insting”” yang sudah tersinkronisasi lewat ritual.
Merujuk pada filosofi Immanuel Kant dan Hegel, kekuasaan menyadari bahwa dunia fisik (Fenomena) hanyalah cangkang. Kekuasaan sejati ada pada pengendalian “”Spirit”” atau Geist. Dengan menguasai narasi tentang apa yang dianggap benar dan salah, penguasa mengendalikan filter persepsi manusia.
Kekuasaan modern cenderung bersifat “”anti-kasih sayang”” karena mereka ingin menjaga manusia tetap fokus pada dunia material dan kebutuhan dasar. Semakin manusia terisolasi dan takut, semakin mudah mereka dikendalikan oleh sistem yang menawarkan “”keamanan”” semu.
Memahami bahwa kejahatan sistemik seringkali merupakan alat untuk menciptakan persatuan elit adalah kunci untuk tidak terjebak dalam emosi massa. Kekuasaan adalah permainan cerita dan rahasia. Dengan memahami cara kerja “”alkimia”” ini, kita bisa mulai membangun kedaulatan berpikir kita sendiri, tanpa harus terseret dalam arus kebencian atau kepatuhan buta yang sengaja diciptakan oleh para arsitek sistem.