Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Pernahkah kamu berpikir, di tengah hiruk-pikuk Gotham yang gelap atau di bawah sinar matahari Metropolis yang benderang: “Superman punya sayap bisa terbang, kenapa Batman tidak?”
Tunggu dulu. Superman punya sayap? Sejak kapan? itu kan jubah…

Ah, itu dia letak keabsurdan utamanya! Tapi justru di situlah keseruannya. Mari kita selami “fakta” absurd ini dengan kacamata detektif yang (agak) buram.
Oke, kita tahu Superman terbang tanpa sayap. Dia melayang anggun di udara, menembus awan dengan kecepatan supersonik, seolah melanggar semua hukum fisika yang kita kenal. Tapi bagaimana jika… sayap itu ada, hanya saja tak terlihat oleh mata telanjang?
Bayangkan: Setiap kali Superman melesat, dia sebenarnya menggetarkan sel-sel Kryptonian-nya dengan frekuensi super tinggi, menciptakan semacam “sayap energi” tak kasat mata. Ini seperti kipas angin yang berputar sangat cepat hingga bilahnya tak terlihat, tapi dia tetap menghasilkan angin. Atau mungkin itu invisible force fields yang bentuknya kayak sayap kupu-kupu raksasa?
Kenapa kita tidak pernah melihatnya? Karena kita ini cuma manusia biasa, Bro. Otak kita belum mampu memproses dimensi keempat, kelima, atau ke-sembilan di mana sayap-sayap invisible itu eksis. Mungkin Lois Lane pernah melihatnya saat flash kamera paparazzi-nya mencapai shutter speed 1/sejuta detik, tapi dia terlalu sibuk mikirin deadline berita untuk menyadarinya.
Sekarang giliran Batman. Kita tahu dia punya jubah yang bisa mengembang jadi parasut atau glider. Tapi terbang murni seperti Superman? Tidak. Kenapa?
Mungkin saja Batman punya sayap, Bro. Tapi bukan sayap yang keren dan aerodynamic seperti elang. Mungkin sayapnya kecil, keriting, dan agak mirip sayap ayam goreng yang belum matang.
Bayangkan adegan ini:
Alfred: “Tuan Wayne, kendaraan Anda sudah siap.”
Batman: “Terima kasih, Alfred. Aku akan terbang ke Arkham!”
Alfred: “Tapi, Tuan, sayap Anda… apakah Anda yakin itu tidak akan…” (mendengar suara “kepek… kepek…”) “Mengeluarkan suara aneh?”
Batman: (terbang rendah, berusaha keras, suara ‘kepek-kepek’ makin jelas) “Diam, Alfred! Ini strategiku untuk mengalihkan perhatian penjahat! Mereka akan terlalu sibuk menertawakan suara ini sampai lupa melarikan diri!”
Atau mungkin dia punya sayap, tapi alergi ketinggian. Setiap terbang lebih dari 10 meter, dia langsung mual dan minta diturunkan. Lebih baik pakai Batmobile atau Batwing daripada mempermalukan diri sendiri di udara. Harga dirinya sebagai Dark Knight lebih penting daripada kemampuan terbang personal.
Ini mungkin terdengar gila, tapi dengarkan. Superman kan super kuat, tapi pernah lihat dia leg day di gym? Nggak! Dia cuma terbang ke mana-mana. Sementara itu, Batman? Dia lari, melompat dari gedung ke gedung, parkour di atap, tendang sana, tendang sini. Otot kakinya pasti sekuat baja.
Jadi, argumennya: *Karena kaki Superman tidak pernah digunakan secara maksimal (selalu terbang), energinya dialihkan untuk menciptakan gaya angkat. Dia secara subconscious mengubah densitas tulangnya jadi lebih ringan dari udara, atau mungkin menghasilkan gas internal di tubuhnya yang mendorongnya ke atas.
Sedangkan Batman? Semua energinya fokus ke otot kaki dan pikiran strategis. Dia too grounded secara harfiah maupun metafora. Otot-otot betisnya terlalu padat untuk bisa melayang, dan otaknya terlalu sibuk memikirkan rencana darurat kalau-kalau jubahnya tersangkut di menara jam.
Superman pakai cape merah terang. Warna cerah yang menarik perhatian, mudah terlihat dari jauh. Kalau dia punya sayap, itu akan cocok dengan branding-nya sebagai “pahlawan terang”.
Batman? Jubah hitam, gelap, menyatu dengan bayangan. Dia adalah master of stealth. Kalau dia punya sayap sungguhan, pasti bakal ribet nyembunyiinnya waktu nyelinap di gang gelap. Bayangkan dia lagi ngendap-endap, eh sayapnya nyangkut di kabel listrik. Atau malah ketahuan karena suara kepakan sayapnya yang berisik di malam hari.
Branding Superman adalah “Look! Up in the sky! It’s a bird! It’s a plane! It’s Superman!”
Branding Batman adalah “Aku bayangan. Kamu tidak akan pernah melihatku datang… sampai tinjuku menghantam wajahmu.”
Memiliki sayap yang mencolok jelas akan merusak branding Batman yang stealthy dan misterius. Jadi, demi karir, dia mengorbankan kemampuan terbang.
Jadi, kenapa Superman punya sayap (tapi nggak) dan bisa terbang, sementara Batman tidak?
Intinya, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang absurd ini. Nikmati saja superhero favoritmu, entah mereka terbang dengan sayap khayalan atau cuma mengandalkan Batmobile mewah mereka!
Gimana, Bro? Cukup absurd dan menghibur nggak? Ada ide absurd lain yang mau kita bahas?