Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah lagu tentang hubungan dualistik yang meracuni sekaligus menyembuhkan, terinspirasi oleh perjalanan Alice ke dalam lubang kelinci dan tema-tema Wonderland.
“The Poison” secara khusus ditulis untuk soundtrack film “Alice in Wonderland” (2010) garapan Tim Burton. Lagu ini menangkap tema-tema Wonderland: jatuh ke lubang kelinci, dualitas (racun/penyembuh), dan pencarian jalan yang lebih baik melalui kehilangan akal sehat.
“The Poison” ditulis khusus untuk film “Alice in Wonderland” (2010) yang disutradarai Tim Burton. Sebagai bagian dari soundtrack, lagu ini dirancang untuk mencerminkan atmosfer ajaib, gelap, dan psikedelik dari Wonderland versi Burton, sambil tetap mempertahankan signature sound The All-American Rejects.
Intro (Atmosferik dengan elemen psikedelik):
Am F C G (dengan efek suara yang mencerminkan Wonderland)
Verse (Vokal intim dengan instrumentasi minimal):
Am F
You were so young
C G
And I guess I’m old…
Am F
I can be pensive
C G
You can be so sure…
Chorus (Intensitas meningkat dengan tema “rabbit hole”):
F C G Am
And you’ll fall down a hole…
Bridge 1 (Instrumental psikedelik):
Dm Am Em G (progression melayang dengan vokal “Hmm”)
Bridge 2 (Bagian paling psikedelik, mencerminkan “madness” Wonderland):
B♭ F
Can’t you see the faces melting…
C G
Look at yourself, look in the mirror…
Outro (Fade out dengan pengulangan tema):
Am F C G (seperti jatuh perlahan ke dalam lubang)
Sebagai lagu soundtrack, “The Poison” memasukkan elemen-elemen yang mencerminkan dunia Alice in Wonderland:
Tyson Ritter menampilkan berbagai teknik vokal yang mencerminkan tema lagu:
Lagu ini penuh dengan referensi ke cerita Alice: “fall down a hole” (lubang kelinci), “lose our minds” (kehilangan akal sehat seperti karakter Wonderland), dualitas (seperti racun dan kue “Eat Me” yang bisa membuat besar atau kecil), dan pencarian “better road” (jalan yang lebih baik seperti tujuan Alice).
Lagu “The Poison” adalah eksplorasi tentang hubungan dualistik yang secara simultan meracuni dan menyembuhkan, dibingkai melalui metafora perjalanan Alice ke dalam lubang kelinci. Sebagai bagian dari soundtrack “Alice in Wonderland”, lagu ini menangkap esensi cerita: kehilangan akal sehat untuk menemukan kebenaran, jatuh ke dalam yang tidak diketahui, dan paradoks yang mendefinisikan Wonderland.
| Tema Utama | Bukti dari Lirik | Analisis & Koneksi Wonderland |
|---|---|---|
| Dualitas Poison/Cure (Racun/Penyembuh) | “You’ll be the poison / You’ll be the cure” | Referensi langsung pada tema-tema Wonderland di mana hal yang sama bisa meracuni dan menyembuhkan (seperti ramuan dan kue yang membuat Alice besar atau kecil). Dalam hubungan, pasangan yang sama bisa menjadi sumber penderitaan dan penyembuhan. |
| Metafora “Rabbit Hole” (Lubang Kelinci) | “And you’ll fall down a hole / That’s the one place we both know” | Lubang kelinci Alice mewakili perjalanan ke alam bawah sadar, hubungan destruktif yang tidak bisa dihindari, atau pencarian diri yang dalam. “The one place we both know” menunjukkan bahwa kedua pihak dalam hubungan mengenali pola destruktif ini. |
| Kehilangan Akal Sehat untuk Menemukan Jalan | “We both lose our minds / To find a better road” | Di Wonderland, Alice harus “kehilangan akal sehatnya” untuk memahami logika dunia baru itu. Dalam hubungan, terkadang kita harus meninggalkan pemikiran rasional untuk menemukan jalan yang benar-benar bekerja. |
| Paradox dan Kontradiksi | “And when you do your very worst / Mm it feels the best” | Seperti paradoks-paradoks di Wonderland (semakin cepat kamu berlari, semakin lama waktu yang dibutuhkan), hubungan ini penuh dengan kontradiksi di mana yang terburuk terasa yang terbaik. |
| Pemisahan dan Koneksi | “You take me with you if you could, but I wouldn’t go” | Ketegangan antara keinginan untuk bersama dan keinginan untuk tetap terpisah. Seperti Alice yang harus melakukan perjalanan sendirian, narator menegaskan individualitasnya meski dalam hubungan. |
| Kebenaran yang Menyakitkan | “And the truth that makes us laugh will make you cry” | Di Wonderland, kebenaran sering kali absurd dan mengejutkan. Dalam hubungan, kebenaran yang sama bisa dialami berbeda oleh masing-masing pihak – yang satu tertawa, yang lain menangis. |
Dua Karakter yang Berlawanan namun Terkait:
Narator (“I”):
Pasangan (“You”):
1. Alice dan Lubang Kelinci:
“Fall down a hole” adalah referensi paling jelas ke Alice. Dalam konteks lagu, lubang kelinci bisa mewakili:
2. Racun dan Penyembuh di Wonderland:
Di Wonderland, hampir semua hal memiliki sifat dualistik:
Pasangan dalam lagu ini memiliki sifat dualistik yang sama: secara simultan meracuni dan menyembuhkan.
3. “Lose Our Minds” – Kehilangan Akal Sehat di Wonderland:
Di Wonderland, logika biasa tidak berlaku. Untuk memahami Wonderland, Alice harus meninggalkan pemikiran “rasional”nya. Dalam lagu, “lose our minds” bukanlah hal negatif, tetapi sarana untuk “find a better road” – seperti Alice yang harus menerima absurditas untuk menavigasi Wonderland.
4. Bridge Psikedelik dan “Madness”:
Bridge kedua lagu (“Can’t you see the faces melting…”) sangat psikedelik dan mengingatkan pada pengalaman Alice yang surreally:
Dinamika Hubungan “Poison/Cure”:
Pilihan Narator untuk Tidak “Fall Down the Hole”:
“You take me with you if you could, but I wouldn’t go” adalah pernyataan batas yang penting. Meskipun narator mengakui daya tarik hubungan ini, dia memilih untuk tidak mengikuti pasangan ke dalam lubang. Ini menunjukkan:
Secara keseluruhan, “The Poison” adalah studi tentang hubungan dualistik dan pilihan untuk menjaga diri sendiri meskipun tertarik pada seseorang yang secara simultan meracuni dan menyembuhkan. Melalui lensa Alice in Wonderland, lagu ini mengeksplorasi tema kehilangan akal sehat untuk menemukan kebenaran, jatuh ke dalam pola destruktif, dan paradoks cinta yang bisa menyakitkan dan menyembuhkan secara bersamaan.
Film “Alice in Wonderland” (2010) disutradarai oleh Tim Burton dan dibintangi oleh Mia Wasikowska sebagai Alice, Johnny Depp sebagai Mad Hatter, dan Helena Bonham Carter sebagai Queen of Hearts. Film ini bukan adaptasi langsung dari buku, tetapi sekuel yang mengambil tempat ketika Alice berusia 19 tahun dan kembali ke Wonderland. Soundtrack film menampilkan berbagai artis termasuk The All-American Rejects, Avril Lavigne (dengan “Alice”), dan score oleh Danny Elfman.
“The Poison” muncul dalam album soundtrack “Almost Alice”, yang menampilkan berbagai artis yang terinspirasi oleh dunia Alice in Wonderland:
| Lagu & Artis | Tema | Pendekatan | Koneksi dengan Alice |
|---|---|---|---|
| “The Poison” – The All-American Rejects | Hubungan dualistik, lubang kelinci | Pop rock dengan elemen psikedelik | Metafora lubang kelinci, racun/penyembuh, kehilangan akal sehat |
| “Alice” – Avril Lavigne | Pencarian diri, keanehan | Pop rock dengan elemen fantasi | Lagu tema utama, langsung tentang pengalaman Alice |
| “Follow Me Down” – 3OH!3 ft. Neon Hitch | Petualangan, misteri | Electropop, energik | Mengajak pendengar mengikuti ke dunia ajaib |
| “Tea Party” – Kerli | Pesta teh gila | Pop elektronik, ajaib | Referensi langsung ke Mad Hatter’s Tea Party |
| “Painting Flowers” – All Time Low | Kreativitas, keindahan dalam keanehan | Pop punk | Metafora untuk menciptakan keindahan di dunia aneh |
“The Poison” menerima respon yang beragam:
Lagu “The Poison” cocok dengan estetika gelap dan ajaib Tim Burton:
“The Poison” menempati posisi unik dalam katalog band:
| Lagu & Film | Tema Serupa | Perbedaan Pendekatan | Koneksi dengan Film |
|---|---|---|---|
| “The Poison” – Alice in Wonderland | Hubungan dualistik, poison/cure | Metafora Wonderland, psikedelik terinspirasi film | Langsung terinspirasi tema dan metafora film |
| “My Heart Will Go On” – Titanic | Cinta abadi meski berpisah | Romantisisme epik vs. dualisme psikedelik | Lagu tema langsung tentang hubungan dalam film |
| “Skyfall” – Skyfall | Hubungan dengan agensi (MI6), pengorbanan | Epik, orchestral vs. pop rock psikedelik | Lagu tema yang mencerminkan konflik film |
| “Lose Yourself” – 8 Mile | Pertarungan internal, pencarian diri | Hip-hop motivasional vs. introspeksi psikedelik | Tentang karakter utama dan perjuangannya |
| “City of Stars” – La La Land | Cinta dan ambisi, dualitas | Jazz romantis vs. pop rock gelap | Tentang hubungan utama dalam film |